Selasa, 09/08/2022 01:53 WIB

Fahri Sebut Parlemen Tempat Lahirnya Pers Berkualitas

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah mengatakan, parlemen harus menjadi silicon vally dari kebebasan pers. Sebab, tidak ada dinamika institusi pers dari yanb ada di DPR.

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah hadiri presgathering wartawan Parlemen sekaligus pemilihan Ketua Koordinatoriat Wartawan Parlemen

Bogor - Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah mengatakan, parlemen harus menjadi silicon vally dari kebebasan pers. Sebab, tidak ada dinamika institusi pers dari yanb ada di DPR.

Hal itu disampaikan Fahri saat membuka acara Silaturahmi DPR RI dengan Koorinatoriat Wartawan Parlemen dalam Rangka Mewujudkan Parlemen Modern, di Wisma Griya Sabha DPR RI, Cisarua, Bogor, Jumat (23/11).

"Makanya, Senayan itu tempat lahirnya Dewan Pers, tempat lahirnya institusi pers, juga tempat lahirnya inovasi-inovasi dalam pers. Dan saya juga minta di teman-teman itu ada divisi teknologi pers. Tolong ini diperhatikan," kata Fahri.

Fahri mengaku adalah orang yang anti media mainstreem, dalam pengertian sekarang ini adalah sosial media (sosmed). Menurutnya, Sosmed jangan dilawan dengan konglomerasi pers, tapi dengan cara lain.

Seperti disarankan Fahri, agar setiap orang menjadi insan dari institusi pers yang membangun kekuatan dengan sungguh-sungguh detail dan murah, serta bertanggungjawab.

"Terima kasih kepada pengurus wartawan Parlemen yang telah melakukan penertibkan anggotanya. Dan ini lah bedanya nanti dan teman-teman akan punya nama. Karena di luar sana, ada teknologi yang membolehkan hoaks dan berita bohong," tegasnya.

Fahri menceritakan, bagaimana ketika Mark Zuckerberg, sebagai pemilik facebook dipanggil oleh Kongres Amerika karena begitu maraknya informasi hoax.

"Kemarin dia (Mark Zuckerberg) dipanggil Kongres Amerika, nangis-nangis minta maaf karena dirinya mengaku waktu membuat teknologi FB, tidak menyangka kalau teknologi yang dibuatnya, dipakai orang yang menyebarkan kebencian dan berita bohong," ujarnya.

"Mark Zuckerberg pun minta maaf kepada Kongres dan rakyat Amerika. Padahal, kita juga korban dari hoax dan berita bohong. Tadi saya melihat di televisi, presiden kita masih pidato soal fitnah yang diarahkan kepada dirinya. Malah saking kesalnya pak Jokowi bilang `saya tabok nanti` yang memfitnahnya. Presiden kita jadi korban loch," tutur Fahri.

Lantas, Fahri menilai positif wartawan Parlemen yang mau mengorganisir dan mendisiplinkan diri sebagai sumber yang bertanggungjawab, dan ini sudah dimulai. Makanya Fahri berharap wartawan Parlemen ini menjadi dari champion silicon valley-nya dan tidak saja jurnalis, tetapi juga pengusaha entetnainment journalist yang punya merk dan kredibilitas.

"Karena salah satu press room kita ada tempat berdiskusi di Parlemen dan malah agak liberalkan? Imajinasi saya, tolong nanti pak Sekjen, agar pengurus baru saya minta tolong adalah satu armada dari pengurus intinya itu kita kirim untuk melawat beberapa forum-forum pers, press room yang hebat-hebat dan terkenal di dunia. Serius ini," ucap Fahri.

Untuk diketahui, acara sarasehan yang berlangsung selama dua hari (23-25 November 2018) ini, selain dihadiri ratusan wartawan sebagai peserta, juga dihadiri Anggota BURT DPR dari F-PDI Perjuangan Rendy Lamajido, Sekjen DPR Iskandar, Deputi Persidangan DPR Damayanti, Kepala Biro Pemberitaan Parlemen DPR YOI Tahapari serta jajarannya.

TAGS : Wartawan Parlemen Fahri Hamzah Dewan Pers




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :