Jum'at, 31/05/2024 02:29 WIB

Etnis Rohingya Dipaksa Daftar Kartu Identitas Myanmar

Sejumlah tentara mulai mendorong dan menyuruh mereka (Rohingnya) berkumpul di pos keamanan terdekat.

Militer Myanmar saat menghadapi warga muslim Rohingya (Foto: Reuters)

Bangladesh - Tentara di kamp-kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh memukul dan mengintimidasi Rohingya yang menolak mengambil kartu identitas baru yang disiapkan Myanmar.

Kartu tersebut merupakan syarat awal bagi etnis Rohingya untuk menerima kewarganegaraan Myanmar dan merupakan bagian dari proses repatriasi.

Awal bulan ini tentara muncul di tempat penampungan di kamp Hakimpara di Cox`s Bazar untuk menekan para pengungsi agar mendaftar dan memilik kartu identitas.

Seorang saksi mata mengatakan kepada Al Jazeera bahwa sejumlah tentara mulai mendorong dan menyuruh mereka (Rohingnya) berkumpul di pos keamanan terdekat.

"Banyak warga Rohingya menganggap tentara ada di sana untuk memasukkan mereka ke dalam daftar untuk dikirim kembali ke Myanmar dan melarikan diri," katanya.

"Para prajurit marah dan mulai memukul beberapa orang yang berkumpul di dekatnya. Kemudian mereka mengatur beberapa orang dan menjelaskan kelebihan kartu pintar," tambahnya.

Pada kesempatan terpisah bulan ini, pasukan keamanan mengumpulkan sekelompok 18 majhis menampar dan memukul beberapa dari mereka sambil memberitahu mereka untuk menginstruksikan orang lain menerima skema tersebut.

"Saya dipukul di muka karena tidak setuju dengan kartu pintar," kata seorang pria kepada Fortify Rights, sebuah kelompok advokasi yang bekerja di kamp.

KEYWORD :

Pengungsi Rohingya Tentara Bangladesh Repatriasi Rohingya




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :