Rabu, 01/12/2021 03:56 WIB

Turki Bagi-bagi Rekaman Pembunuhan Wartawan Khashoggi

Sumber Turki mengatakan sebelumnya bahwa pihak berwenang memiliki video yang konon mendokumentasikan pembunuhan itu.

Wartawan terkemuka dari Arab Saudi, Jamal Khashoggi (Foto: Osman Orsal/Reuters)

Ankara  - Pemerintah Turki akan membagi-bagikan rekaman pembunuhan jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi ke Arab Saudi, Amerika Serikat, Jerman, Perancis dan Inggris.

Demikian kata Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, Sabtu (10/11). Sumber Turki mengatakan sebelumnya bahwa pihak berwenang memiliki rekaman yang konon mendokumentasikan pembunuhan itu.

Sebelum berangkat ke Perancis menghadiri peringatan 100 tahun berakhirnya Perang Dunia Pertama, Erdogan mengatakan, Arab Saudi tahu pembunuh Jamal Khashoggi adalah salah satu dari 15 orang yang tiba di Turki satu hari sebelum tanggal 2 Oktober.

Erdogan mengatan, kemungkianan akan bertemu dengan Presiden AS, Donald Trump di Paris selama peringatan tersebut.

"Ketika kami pergi ke Paris, kami akan mencoba untuk mendapatkan peluang dan kami akan mewujudkan pertemuan bilateral," kata Erdogan.

Sumber mengatakan kepada Al Jazeera pada  Sabtu bahwa polisi Turki mengakhiri pencarian tubuh Khashoggi, namun penyelidikan terkait pembunuhan wartawan Saudi akan terus berlanjut.

Pada Jumat Al Jazeera menyebutkan bahwa sebuah jejak asam ditemukan di kediaman konsul jenderal Saudi di Istanbul, di mana tubuh diyakini dibuang dengan menggunakan bahan kimia.

Kediaman ini berada dalam jarak berjalan kaki dari konsulat Saudi, di mana Khashoggi, seorang kolumnis Washington Post yang kritis terhadap pemerintah Saudi dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, dibunuh oleh tim perwira dan pejabat Saudi.

Arab Saudi awalnya berusaha untuk menutupi pembunuhan dengan bersikeras bahwa Khashoggi telah meninggalkan konsulat. Itu kemudian mengubah narasinya, mengatakan bahwa jurnalis itu tewas dalam perkelahian.

Belakangan, Arab Saudi mengakui Khashoggi terbunuh dalam pembunuhan terencana, tetapi pembunuhan itu adalah operasi nakal yang tidak direncanakan.

TAGS : Jamal Khashoggi Arab Saudi Kasus Pembunuhan




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :