Kamis, 02/12/2021 10:46 WIB

Priscilla, Perjalanan Gadis Remaja Menghadapi Kanker Otak

Buku ini berisi kisah nyata perjalanan seorang gadis remaja berusia 15 tahun yang periang dan berprestasi dalam menghadapi penyakit kanker otak.

Kisah seorang ayah menceritakan anaknya yang memiliki kanker otak (Foto: Istimewa)

Jakarta– Memiliki seorang anak adalah anugerah dan perhiasan hidup, secara naluri setiap manusia mendambakan kehadiran seorang anak sehingga merasa belum sempurna hidupnya jika belum memiliki seorang anak.

Kehadiran seorang anak merupakan amanah dan anugerah dari sang maha kuasa maka  kehadiran anak harus di jaga dengan sebaik-baiknya sehingga kasih sayang orang tua kepada anaknya tidak terkira sepanjang masa. 

Hal ini lah yang kemudian mendasari seorang ayah dari gadis remaja bernama Priscilla atau biasa di panggil ‘Pece’, Jacobus Dwihartanto dalam meluncurkan buku perdananya yang berjudul ‘Priscilla, My Beautiful Fighter’.

Terinspirasi dari pengalaman pribadi yang dialami oleh sang penulis, yang memiliki seorang anak remaja yang periang dan aktif di masa kehidupan remajanya sampai harus menerima kenyataan pahit di vonis penyakit yang menakutkan untuk semua orang yaitu ‘Kanker Otak’.

Buku yang akan menjadi pilihan bacaan inspiratif bagi pembaca bahwa tidak ada hal yang sulit bagi kita jika memiliki iman dan pengharapan, karena pada akhirnya segala sesuatu akan indah pada waktunya.

Jacobus mengatakan ia merasa terpanggil dan antusias dapat meluncurkan ‘Priscilla, My Beautiful Fighter’. Buku ini bertujuan untuk menginspirasi para orang tua dalam menghadapi cobaan hidupnya, terutama memiliki sang buah hati yang divonis penyakit menakutkan.

"Saya ingin berbagi mengenai perjalanan hidup saya sebagai orang tua khususnya ayah walaupun di hati merasa sakit tetapi harus tetap bangkit untuk keluarganya dan tetap memberi semangat dan tetap harus mengambil alih kepemimpinan," ungkapnya.

Ia merasa dipercayakan oleh Tuhan untuk memimpin mereka melalui perjalanan yang panjang dan menyakitkan hidup namun harus menjalaninya dengan kegembiraan yang masih tersisa untuk dibagikan.

Buku ini saya dedikasikan untuk para orang tua yang memiliki kasus yang sama seperti saya sehingga merekadapat membangun kepercayaan hidupnya untuk keluarga dan sang buah hati”.

 Dilanjutkannya, “Saya berharap para orang tua dapat mengambil peran penting dalamperjuangan penyembuhan anak-anak mereka jangan ada kata menyerah dan semoga buku ini dapat dinikmati oleh para pecinta buku dan semakin memperlengkap khazanah buku Tanah Air”.

Sosok Priscilla adalah seorang anak perempuan yang lahir pada 14 Mei 1997, setelah penantian orang tuanya menanti sang buah hati selama 3 tahun, Priscilla hadir ditengah-tengah kebahagiaan orang tuanya yang ingin sekali memiliki seorang anak, walaupun terbesit dihati kecil ayahnya untuk memiliki seorang anak laki-laki, tetapi setelah melihat kehadiran anak perempuan yang cantik dan menggemaskan membuat hati sang ayah luluh.

Dengan pemberian nama lengkap Maria Priscilla Dwihartanto, kehadirannya merupakan suatu kebahagiaan dan karunia Tuhan yang tak ternilai serta melengkapi kebahagiaan di keluarganya. Priscilla tumbuh dengan sehat dan sangat ceria serta hadir di keluarga bahagia dan berkembang menjadi anak yang periang dan aktif di segala bidang seperti olahraga, kesenian (musik dan modern dance) danfashion serta sering mengikuti perlombaan-perlombaan di sekolah.

Priscilla merupakan seorang anak yang periang dan mandiri karena dididik dengan penuh kehangatan dan menjadi anak yang pengasih juga penyayang serta sangat mencintai keluarganya.

Lebih dekat, buku ‘Priscilla, My Beautiful Fighter’ ini berisi kisah nyata perjalanan keseharian semasa hidup Priscilla mulai dari dilahirkan, masa kanak-kanak, masa di sekolah dasar (SD) sampai dengan masa Sekolah Menengah Pertama (SMP), di setiap kehidupannya Priscilla sangat menikmati saat-saat bahagia dalam pergaulan dan pertemanan di kehidupan remajanya. 

Priscilla yang menghabiskan masa sekolahnya di SD dan SMP Santa Ursula, sangat bangga menjadi anggota ‘sanurian’ sebutan untuk pelajar di sekolah Santa Ursula. Priscilla sangat terkenal sebagai anak berprestasi tinggi, baik secara akademis maupun di luar pelajaran serta sangat disayangi oleh guru dan teman-temannya karena memiliki kedewasaan yang menonjol dengan kematangan dalam sikap dan pemikiran.

Sampai dengan pada akhirnya kebahagiaannya terenggut di tahun 2011 keseimbangan badan dan kesehatannya mulai terganggu yang ternyata dokter memvonis ia menderita penyakit kanker otak dan hanya berlangsung selama 17 bulan hingga akhirnya dipanggil oleh sang maha kuasa.

Kehadiran buku ‘Priscilla, My Beautiful Fighter’ di rasa tepat dan sangat berguna dan memiliki pesan-pesan moral bagi paraorang tua yang oleh sang maha kuasa diberikan cobaan mempunyai anak yang memiliki penyakit yang sulit untuk disembuhkan seperti kanker.

Buku ini sebagai inspiratif kehidupan dalam menghadapi semua cobaan yang maha kuasa berikan, tetap tabah dan berusaha menjalaninya serta tetap berdoa untuk kesembuhan sang buah hati dan bisa menjadi referensi parenting dalam membangun kepercayaan diri anak-anak mereka.

Seluruh tulisan yang ada di Buku ‘Priscilla, My Beautiful Fighter’ karya Jacobus Dwihartanto, ini semata-mata adalah cerita tentang perjuangan hidup seorang Priscilla selama 17 bulan berjuang melawan penyakitnya dan tidak ada ungkapan lain selain kekagumannya yang walaupun masih muda tetapi memiliki iman dan pengharapan yang besar.

 

TAGS : Kanker Otak Buku Inspiratif Priscilla My Beautiful Fighter




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :