Minggu, 17/10/2021 01:53 WIB

Bupati Bekasi Akui Bertemu CEO Lippo Group James Riady

Bupati nonaktif Bekasi Neneng Hasanah Yasin mengakui pernah bertemu dengan CEO Lippo Group James Riady terkait perizinan proyek Maikarta.

Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin

Jakarta - Bupati nonaktif Bekasi Neneng Hasanah Yasin mengakui pernah bertemu dengan CEO Lippo Group James Riady terkait perizinan proyek Maikarta.

Neneng merupakan salah satu tersangka kasus suap prizinan Meikarta yang merupakan megaproyek hunian masa depan bisnis Lippo Group. Ia membenarkan pertemuan dengan James Riady dalam pembahasan proyek tersebut.

"Sudah (pernah bertemu dengan CEO Lippo Group James Riady)," singkat Neneng, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (30/10).

Sementara itu, James tak menjawab saat dikonfirmasi ihwal pertemuan dengan Neneng, sebelum kasus dugaan suap pengurusan izin proyek Meikarta terungkap.

Neneng dan James sedang menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK. Neneng diperiksa sebagai tersangka dan James Riady diperiksa sebagai saksi untuk para tersangka suap pengurusan izin proyek Meikarta.

Secara keseluruhan, nilai investasi proyek Meikarta ditaksir mencapai Rp278 triliun. Meikarta menjadi proyek terbesar Lippo Group selama 67 tahun grup bisnis milik Mochtar Riady itu berdiri.

Diketahui, penyidik KPK sudah geledah sejumlah tempat. Salah satu yang digeledah adalah rumah CEO Lippo Group James Riyadi.

Selain kediaman James Riady, KPK juga menggeledah Kantor Lippo Cikarang, Kantor PT Lippo Karawaci Tbk, PT Mahkota Sentosa Utama (MSU) di hotel Antero Cikarang, rumah Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, rumah dan kantor Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin.

Kemudian Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bekasi, Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, dan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi.

Dalam kasus dugaan suap izin proyek pembangunan Meikarta ini, KPK telah menetapkan Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro dan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin.

Selain Billy dan Neneng, KPK juga menjerat tujuh orang lainnya, yakni dua konsultan Lippo Group, Taryadi (T) dan Fitra Djaja Purnama (FDP), serta Pegawai Lippo Group, Henry Jasmen (HJ).

Kemudian, Kepala Dinas PUPR Bekasi, Jamaludin (J), Kepala Dinas Damkar Bekasi, Sahat MBJ Nahar (SMN), Kepala Dinas DPMPTSP Bekasi, Dewi Tisnawati (DT) serta Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi, Neneng Rahmi (NR).

TAGS : Lippo Group Suap Meikarta Kasus James Riady




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :