Kamis, 02/12/2021 11:49 WIB

Trump Desak Arab Saudi Perlihatkan Jasad Khashoggi

Meski sudah mengakui, Negeri pengekspor minyak terbesar dunia itu belum memberikan keterangan secuil pun terkait tubuh Khashoggi yang dikabarkan sudah dimutilasi.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud dan Putranya Mohammed bin Salman (Foto: Hassan Ammar/AP)

Washington  - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, tidak ada alasan bagi Arab Saudi memperpanjang hingga satu bulan ke depan penyelidikan kasus pembunuhan kolumnis Washington Post, Jamal Khashoggi.

"Itu memakan waktu yang lama," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih sebelum berangkat ke negara bagian Texas pada Senin (22/10) waktu setempat.

"Harusnya lebih cepat," tambahnya.

Setelah berminggu-minggu menyangkal keberadaan Khashoggi, Negeri Petro Dolar itu akhirnya mengakui bahwa pria 59 tahun sudah tewas dalam perkelahian di Konsulat Arab Saudi di Istanbul.

Meski sudah mengakui, Negeri pengekspor minyak terbesar dunia itu belum memberikan keterangan secuil pun terkait tubuh Khashoggi yang dikabarkan sudah dimutilasi.

Trump mengatakan, belum puas dengan penjelasan Arab Saudi terkait kasus Khashoggi, beberapa hari setelah pasangan Melanian itu memuji langkah pertama yang hebat Arab Saudi.

Presiden Trump mengklaim, Washington memiliki orang-orang intelijen terkemuka di Turki yang akan kembali Senin malam atau Selasa pagi untuk memberi keterangan terkait kasus tersebut.

"Kami akan melihat apa yang kami miliki. Saya akan tahu banyak besok," kata Trump.

"Saya memiliki sekelompok besar orang di Turki sekarang dan sekelompok besar orang di Arab Saudi. Kami akan segera tahu," sambungnya.

Pada Minggu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan akan membuat pernyataan tentang pembunuhan Khashoggi, Selasa, selama pertemuan kelompok partainya di parlemen Turki.

Sementara itu, penasehat senior Trump dan menantu laki-laki Jared Kushner mengatakan Washington tetap berada dalam fase pencarian fakta.

"Kami akan segare mendapatkan sebanyak mungkin fakta dari berbagai tempat, dan kemudian kami akan menentukan fakta mana yang kredibel," katanya.

"Dan kemudian setelah itu, presiden dan sekretaris negara akan membuat kesimpulan dari apa yang dianggap bisa dipercaya dan juga tindakan yang sesuai," sambungnya. (aa)

TAGS : Arab Saudi Turki Jamal Khashoggi Amerika Serikat




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :