Kamis, 26/05/2022 19:01 WIB

Rusia Godok Opsi Militer jika AS Keluar dari Perjanjian Senjata Nuklir

Jika Gedung Putih mundur secara sepihak dari Traktat Pasukan Nuklir Tingkat Menengah atau yang juga dikenal dengan INF, Rusia akan mengambil langkah-langkah balas dendam, termasuk secara militer.

Trump dan Putin berjabat tangan di puncak KTT APEC (Sputnik/Mikhail Klimentyev/Kremlin via Reuters)

Moskow – Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Rybakov mengutuk keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menarik Gedung Putih dari perjanjian senjata nuklir antara kedua negara.

"Kami ulangi, AS tidak memiliki dasar untuk mengatakan bahwa Rusia melanggar perjanjian itu," katanya.

Ia memperingatkan, jika Gedung Putih mundur secara sepihak dari Traktat Pasukan Nuklir Tingkat Menengah atau yang juga dikenal dengan INF, Rusia akan mengambil langkah-langkah balas dendam, termasuk secara militer.

Perjanjian INF ditandatangani pada bulan Desember 1987 oleh Presiden AS, Ronald Reagan dan pemimpin Rusia (saat itu Soviet) Mikhail Gorbachev.

Perjanjian tersebut dinilai sebagai kesepakatan yang inovatif, sangat efektif untuk meningkatkan keamanan dan stabilitas internasional.

Sebelumnya, para pejabat AS yakin Moskow sedang mengembangkan dan telah menyebarkan sistem rudal yang memungkinkan negara itu meluncurkan serangan nuklir di Eropa dalam waktu singkat.

Trump mengatakan pada Sabtu (20/10) keadilan bagai AS adalah mengembangkan senjata karena Rusia dan China (bukan penandatangan perjanjian) sudah melakukannya.

TAGS : Rusia Amerika Serikat INF




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :