Kamis, 19/05/2022 19:02 WIB

Pertumbuhan Startup Indonesia Masih Minim

Karena itu, untuk memicu pertumbuhan startup, utamanya yang berbasis teknologi, pemerintah telah mengembangkan program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi, yang sudah dilaksanakan sejak 2015.

Dirjen Penguatan Inovasi Jumain Appe (paling kanan)

Jakarta – Pertumbuhan usaha rintisan (startup) Indonesia hanya 2 persen dari populasi penduduk Indonesia. Angka ini, menurut Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Jumain Appe, masih kalah dengan negara tetangga di Asean.

Singapura, salah satunya, memiliki pertumbuhan startup sebesar tujuh persen, diikuti oleh Malaysia (5 persen), Thailand (4,5 persen), dan Vietnam (3,3 persen).

Karena itu, untuk memicu pertumbuhan startup, utamanya yang berbasis teknologi, pemerintah telah mengembangkan program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi, yang sudah dilaksanakan sejak 2015.

Menurut keterangan Appe, hingga 2018 ini, pendanaan dan pembinaan telah diberikan kepada 923 startup dan calon startup, yang berasal dari mahasiswa, masyarakatumum, dan peneliti atau dosen.

“Keberagaman produk dari startup tersebut meliputi bidang Pangan, Kesehatan dan Obat, Transportasi, Energi, Teknologi Informasi Komunikasi (TIK), Pertahanan Keamanan, Material Maju dan Bahan Baku,” terang Appe kepada awak media pada Jumat (19/10) di Jakarta.

923 startup binaan tersebut, kata Appe, harus terus mendapatkan pendampingan dan pembinaan dari pemerintah. Karena itu, dirinya menggelar kegiatan Inovasi Inovator Indonesia Expo (I3E).

Appe mengatakan, I3E selalu dilaksanakan di pusat perbelanjaan dengan tujuan mendekatkan inovasi ke masyarakat. Dengan demikian masyarakat akan mengetahui kemampuan bangsa, khususnya generasi muda dalam ikut serta mendorong daya saing ekonomi dengan menjadi wirausaha muda yang berbasis pada ilmu pengetahuan dan teknologi.

Tahun ini, kegiatan tersebut akan digelar selama empat hari dimulai dari 25 hingga 28 Oktober 2018 di Jogja City Mall, Kota Yogyakarta, dengan mengusung tema “Startup: Optimisme untuk Bangsa”.

Tema ini dimaksudkan untuk menunjukan bahwa produk-produk inovasi dari para startup memberikan rasa optimisme yang tinggi, sebagai bangsa Indonesia memiliki sumber daya manusia yang mampu menghasilkan produk yang inovatif dan tidak kalah dengan produk dari mancanegara.

TAGS : Tekno Startup Kemristekdikti




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :