Kamis, 19/05/2022 15:22 WIB

Menteri Amran Buka Pasar Manggis di Taiwan

Ekspor perdana manggis dilakukan segera setelah seluruh proses perkarantinaan selesai.

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman dan Menteri Pertanian Taiwan, Tsung-Hsien di Regent Hotel, Taiwan, Selasa (9/10).

Taipei  –  Kementerian Pertanian (Kementan) di bawah kepemimpinan Andi Amran Sulaiman berkomitmen terus meningkatkan volume ekspor berbagai komoditas pangan guna mengerek pertumbuhan ekonomi nasional. Beberapa komoditas pun sudah melanglang buana ke negara tetangga.

Sukses membuka pasar ekspor manggis ke China beberapa bulan yang lalu, kini giliran membuka pasar manggis ke Taiwan. Pemerintah Taipei berkomitmen mempercepat akses manggis Indonesia ke Taiwan.

Kesepakan itu berlansung di sela-sela kunjungan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman ke Taiwan. Ia bertemu dengan Menteri Pertanian Taiwan, Tsung-Hsien pada Selasa (9/10).

"Ini langsung ditindaklanjuti, Tim Karantina Indonesia intensif berkomunikasi dengan Tim Karantina Taiwan untuk harmonisasi standar perkarantinaan komoditas manggis di kedua Negara. Konsepnya hampir sama dengan protokol membuka ekspor manggis ke China akhir tahun lalu," ungkap Amran di Taipei, Sabtu (13/10).

Menteri Amran menyebutkan, tahapan review dokumen selesai dalam waktu dekat dan dilanjutkan proses on-site audit. Ekspor perdana dilakukan segera setelah seluruh proses perkarantinaan selesai.

"Optimis segera direalisasikan, karena selama ini kita sudah rutin ekspor komoditas ke Taiwan untuk kubis, melon, karet, kopi dan lainnya," terang Amran.

Di tempat yang sama, Menteri Amran mengungkapkan kemajuan pertanian Indonesia selama empat tahun terakhir dan ekspor pertanian Indonesia 2017 meningkat hingga 24 persen.

Kunjungan ke Taiwan juga membahas komitmen investasi Taiwan mengembangkan industri gula di Indonesia Rp 20 triliun, kerjasama Pengembangan Rain Water Harvesting System, serta program Magang Petani Indonesia di Taiwan.

"Ini merupakan langkah konkret melakukan gerakan masif ekspor dan investasi agar pertumbuhan ekonomi nasional lebih tinggi. Sektor pertanian salah satu penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi," ujar Amran.

Sekedar diketahui, prediksi ekspor manggis Indonesia 2018 mencapai 60.000 ton atau naik 553  persen dari 2017 yang hanya 9.167 ton. Ekspor ini merupakan 38 persen dari total produksi manggis nasional 2018 sebesar 166.725 ton. Setidaknya terdapat 10 eksportir dari beberapa provinsi siap memasok pasar Asia.

Berdasarkan data BPS, ekspor pertanian 2017 totalnya Rp 442 triliun, naik 24 persen dibanding 2016, sehingga neraca perdagangan pertanian 2017 surplus Rp214 triliun. Ekspor komoditas hortikultura segar Januari sampai Juli 2018 sebesar Rp1,3 triliun, naik 60,5 persen dari Januari sampai Juli 2017 yang hanya R 0,76 triliun.

TAGS : Kementan Taiwan manggis China Andi Amran Sulaiman




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :