Kamis, 18/08/2022 03:07 WIB

Sistem Senjata AS Rentan Kena Serangan

agen pemeriksa utama pemerintah federal, akan terus mengevaluasi aspek masa depan dari upaya keamanan cyber militer.

Ilustrasi senjata (foto:UPI)

Jakarta - Laporan dari kantor Akuntabilitas Pemerintah Amerika Serikat (GAO) menunjukkan bahwa tim penguji di Departemen Pertahanan AS telah menemukan kerentanan di banyak sistem senjata militer, yang dimiliki negara tersebut.

Para penguji menemukan kelemahan cybersecurity kritis dalam hampir semua sistem senjata yang sedang dikembangkan antara 2012 dan 2017.

"Dengan menggunakan alat dan teknik yang relatif sederhana, penguji mampu mengendalikan sistem ini dan sebagian besar beroperasi tanpa terdeteksi," kata laporan itu. "Dalam beberapa kasus, operator sistem tidak dapat secara efektif menanggapi peretasan."

Penelitian dilakukan karena Departemen Pertahanan berencana menghabiskan sekitar $ 1,66 triliun untuk mengembangkan portofolio sistem persenjataan utama.

Hasil penemuan tersebut merupakan laporan pertama GAO untuk mengatasi serangan cybersecurity yang mengancam sistem senjata. Laporan tersebut membuat Pentagon akan mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan keamanan.

"DOD baru-baru ini mengambil beberapa langkah untuk meningkatkan sistem senjata cybersecurity, termasuk mengeluarkan dan merevisi kebijakan dan panduan untuk lebih memasukkan pertimbangan cybersecurity," kata laporan tersebut.

"Mereka juga telah memulai inisiatif untuk lebih memahami dan mengatasi kerentanan cyber," tambahnya.

Analisis itu mengatakan GAO, agen pemeriksa utama pemerintah federal, akan terus mengevaluasi aspek masa depan dari upaya keamanan cyber militer.

"Kami terus memperkuat postur pertahanan kami melalui pengerasan jaringan, peningkatan cybersecurity, dan bekerja dengan sekutu internasional serta mitra kami dan pertahanan kami Basis Industri dan mitra pertahanan Kritis Infrastruktur untuk mengamankan informasi penting," kata juru bicara Pentagon Mayor Audricia Harris

TAGS : Amerika Sistem Senjata Cybersecurity




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :