Kamis, 29/07/2021 07:06 WIB

Ukraina Terlibat Penembakan Malaysia Airlines MH17

Pada Mei, sebuah tim penyelidik internasional menyatakan Rusia ada di balik jatuhnya MH17, yang ditembak jatuh saat terbang di atas wilayah timur Ukraina, menewaskan 283 penumpang dan 15 kru yang berada di dalamnya.

Ilustrasi pesawat (foto: upi.com)

Moskow – Pemerintah Rusia menyebut Ukraina terlibat  peristiwa penembakan maskapai Malaysia Airlines MH17 pada Juli 2014.

Pada Mei, sebuah tim penyelidik internasional menyatakan Rusia ada di balik jatuhnya MH17, yang ditembak jatuh saat terbang di atas wilayah timur Ukraina, menewaskan 283 penumpang dan 15 kru yang berada di dalamnya.

Meski tim internasional tersebut menunjuk sistem rudal BUK Rusia sebagai bukti tuduhan ini, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan rudal tersebut ditandai dengan nomor seri, yang dikatakan telah menjadi milik pasukan militer Ukraina setelah jatuhnya Uni Soviet.

Jenderal Nikolay Parshin, Kepala Departemen Misil dan Artileri Kementerian Pertahanan, berkata kepada wartawan di Moskow bahwa serpihan rudal yang ditemukan di tempat jatuhnya pesawat, diproduksi oleh Uni Soviet pada 1986 dan dikirim ke pangkalan militer di Ternopol di Republik Sosialis Soviet Ukraina.

Parshin menambahkan, setelah kejatuhan ni Republik Sosialis Soviet (USSR), pangkalan dan seluruh persenjataannya dikuasai oleh Pasukan Bersenjata Ukraina.

Juru Bicara Kementerian Pertahanan Igor Konashenkov juga memutar audio yang dikatakan sebagai "percakapan para tentara Ukraina yang disadap."

"Kami akan menjatuhkan satu lagi Boeing Malaysia," ujar sebuah suara dalam rekaman tersebut, oleh Konashenkov diidentifikasi sebagai Kolonel Pasukan Bersenjata Ukraina Ruslan Grinchak, yang pada saat itu mengepalai brigade mobil Pasukan Bersenjata Ukraina ke-164 dan bertanggung jawab atas wilayah udara negara itu, termasuk di wilayah tenggara Ukraina.

Konashenkov juga menganalisis sebuah video, yang sebelumnya dirilis oleh tim investigasi yang dipimpin oleh Belanda, menyebut detail yang menunjukkan bukti sistem rudal BUK itu telah dirusak dan diedit.

Tim penyelidik yang dipimpin oleh Belanda pada 2014 ini juga beranggotakan perwakilan dari Belgia, Australia, Ukraina, dan Malaysia. Keinginan Rusia untuk memasukkan perwakilan mereka ke dalam tim ini ditolak. (aa)

 

TAGS : Rusia Ukrania Malaysia Airlines MH17




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :