Minggu, 26/09/2021 01:52 WIB

Perang Tagar 2019TetapPancasila vs 2019TetapAntiPKI Bahayakan Warga

Hariqo melanjutkan, dampaknya kita akan saling mencurigai, menuduh, bahkan mempersekusi.

Deklarasi hidup tanpa Hoax oleh Komunikoten (Foto: Dokpri)

Jakarta 0 Beberapa pendukung Jokowi-Maruf meluncurkan tagar #2019TetapPancasila,  lalu dibalas beberapa pendukung Prabowo-Sandi dengan tagar #2019TetapAntiPKI. Kedua tagar ini terus bersaing memuncaki trending topic di twitter.

Bedanya tagar #2019TetapPancasila diluncurkan lewat sebuah kegiatan darat semacam konferensi pers, sementara #2019TetapAntiPKI dikeluarkan di medsos merespon #2019TetapPancasila”,

“Saya sebut beberapa, karena belum tentu semua pendukung kedua pasangan setuju dengan tagar tersebut, karena bisa membenturkan warga di darat” ujar Hariqo Wibawa Satria pengamat media sosial dari Komunikonten, Institut Media Sosial dan Diplomasi dalam siaran persnya.

Hariqo menjelaskan, yang terjadi setelah dua tagar itu keluar adalah, kedua pendukung baik lewat akun nyata maupun anomim di medsos saling menunjukan bukti bahwa ada PKI di kubu Jokowi-Maruf dan ada Khilafah di kubu Prabowo-Sandi.

Bahayanya menurut Hariqo, pasti tidak semua masyarakat memahami apakah yang mengeluarkan tagar itu benar-benar mencurigai, menuduh atau sekedar strategi mempertahankan suara dan menambah suara baru. Karena yang mengeluarkannya adalah elit politik.

“Tingkat bahaya yang paling tinggi adalah ketika masyarakat benar-benar meyakini jika Prabowo-Sandi menang juga kemenangan khilafah, sedangkan jika Jokowi-Maruf itu juga kemenangan PKI," ujarnya.

"Maka akan sangat mungkin terjadi penghadangan di darat terhadap kegiatan Prabowo-Sandi oleh pihak-pihak yang meyakini isu tersebut, sebaliknya kegiatan Jokowi-Maruf di darat juga berpotensi dihadang oleh pihak-pihak yang meyakini ada PKI yang menunggangi kegiatan tersebut.” Lanjut Hariqo

Hariqo melanjutkan, dampaknya kita akan saling mencurigai, menuduh, bahkan mempersekusi. “Kedua tagar tersebut memicu adu data untuk membuktikan tuduhan PKI dan Khilafah yang bisa berdampak pada adudomba antarwarga, sehingga pembicaraan terhadap program dan ide dari kedua pasangan untuk NKRI menjadi terpinggirkan.” jelas Hariqo Wibawa Satria.

TAGS : Perang Tagar Komunikoten Hastag




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :