Senin, 21/06/2021 17:43 WIB

Arab Saudi Berusaha Eksekusi Mati Aktivis Perempuan

Tuduhan terhadap aktivis bukan termasuk pelanggaran yang menghasut untuk memprotes, meneriakkan slogan yang memusuhi rezim dan memberikan dukungan moral kepada para perusuh.

Pangeran Mohammed bin Salman

Riyadh - Human Rights Watch (HRW) mengatakan, jaksa penuntut umum Arab Saudi berusaha menghukum mati lima aktivis hak asasi manusia yang saat ini sedang diadili oleh pengadilan terorisme negara itu.

Di antara tahanan itu adalah, Israa al-Ghomgham, aktivis Saudi atau wanita pertama yang menghadapi hukuman mati atas aktivitasnya yang terkait dengan hak asasi manusia.

Dalam sebuah pernyataan, Human Rights Watch (HRW) mengatakan, tuduhan terhadap aktivis bukan termasuk pelanggaran yang menghasut untuk memprotes, meneriakkan slogan yang memusuhi rezim dan memberikan dukungan moral kepada para perusuh.

Pihak berwenang Saudi menahan lima aktivis, bersama yang lain tidak menghadapi hukuman mati, dalam penahanan praperadilan tanpa perwakilan hukum selama lebih dari dua tahun. Mereka kembali akan ke pengadilan lagi pada 28 Oktober, menurut HRW.

"Eksekusi apa pun menggemparkan, tetapi mencari hukuman mati untuk aktivis seperti Israa al-Ghomgham, yang bahkan tidak dituduh melakukan kekerasan, itu mengerikan," kata  direktur HRW Timur Tengah, Sarah Leah Whitson, dilansir Al Jazeera, Kamis (23/8)

ALQST, sebuah kelompok yang berbasis di Inggris yang mengadvokasi hak asasi manusia di Arab Saudi, sebelumnya melaporkan keputusan penuntut umum di Twitter pada Minggu.

Kelompok hak asasi manusia itu juga membantah laporan media sosial bahwa para tahanan telah dieksekusi. Ia mengatakan, kasus itu masih dalam peninjauan.

Seorang aktivis terkemuka, al-Ghomgham mendokumentasikan demonstrasi massal di Provinsi Timur kerajaan mulai tahun 2011, sebelum ditangkap bersama dengan suaminya pada tahun 2015.

Ghomgham dan aktivis lainnya sedang diadili oleh Pengadilan Pidana Khusus Arab Saudi (SCC), yang dibentuk pada 2008 untuk mengadili kasus-kasus terorisme dan sejak itu digunakan untuk mengadili para pembangkang damai, menurut HRW.

TAGS : HAM Arab Saudi Human Rights Watch




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :