Senin, 29/11/2021 00:09 WIB

Ekonomi Indonesia Rawan

Depresiasi Rupiah terhadap Dolar AS membuat kondisi perekonomian Indonesia saat ini semakin rawan. Pasalnya, depresiasi tersebut berdampak langsung pada kenaikan harga kebutuhan pokok.

Wasekjen PKB Daniel Johan (kanan) saat diskusi bertajuk Mencari Pendamping Jokowi: Visi Ekonomi Cawapres 2019 yang digelar Jurnas.com

Jakarta - Depresiasi Rupiah terhadap Dolar AS membuat kondisi perekonomian Indonesia saat ini semakin rawan. Pasalnya, depresiasi tersebut berdampak langsung pada kenaikan harga kebutuhan pokok.

Demikian disampaikan Wasekjen PKB, Daniel Johan, dalam sebuah diskusi yang digelar Jurnas.com dengan tema "Mencari Pendamping Jokowi: Visi Ekonomi Cawapres 2019" di Cikini, Jakarta, Jumat (20/7).

Menurutnya, depresiasi ini memiliki dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat. Hal itu dikarenakan ketergantungan Indonesia terhadap impor yang masih tinggi.

"Diskusi hari ini kita lakukan di tengah ekonomi Indonesia rawan. Sekarang depresiasi rupiah. Sektor riil akan tersentuh. Harga akan semakin tinggi. Dampaknya daya beli masyarakat akan semakin melemah, pembiayaan utang akan semakin tinggi," kata Dainel.

Daniel menambahkan, jika kondisi ini dibiarkan, maka akan menjadi masalah serius baik itu bagi pemerintah, maupun masyarakat luas.

"Dampaknya, daya beli masyarakat akan semakin melemah, pembiayaan utang akan semakin tinggi. Kalau dibiarkan ini akan jadi masalah serius bukan hanya pemerintah tapi masyarakat," terangnya.

Untuk itu, Daniel menyarankan agar pemerintah mengambil sejumlah langkah antisipatif. Pertama, memanfaatkan depresiasi Rupiah dengan memperkuat ekspor barang dari dalam negeri.

"Depresiasi rupiah dapat meningkatkan ekspor. Pemerintah harus mempermudah. Salah satu yang harusnya bahagia adalah sektor perikanan. Sekarang tidak ada yang bisa diekspor, semua dilarang," kata Daniel.

Selain itu, ia mengingatkan pemerintah untuk tidak mencabut subsidi bagi masyarakat kecil, baik itu subsidi benih dan pupuk untuk petani. Hal itu sebagai langkah untuk mempertahankan daya beli masyarakat.

"Pemerintah jangan berpikir mencabut subsidi. Subsidi petani benih pupuk harus dilakukan karena ini jalan untuk mempertahankan daya beli. Jangan sebaliknya listrik naik. Ini akan menambah depresi ekonomi," katanyua.

Daniel menegaskan, depresiasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing ini akan semakin buruk jika pemerintah kedepannya tak meningkatkan kemandirian dan kedaulatan ekonomi.

"Yang paling penting mewujudkan kemandirian ekonomi dalam negeri, bukan justru tergantung pihak asing. Ada beberapa hal, sektor pangan, sembako. Hal-hal penting buat masyarakat. Kenapa telor naik? Karena pakan semuanya impor, beras, jagung impor," tegasnya.

Selain itu, sebagai salah satu partai yang berada dalam pemerintahan, Daniel menyebut, PKB juga akan mendorong hilirisasi petani dengan cara meningkatkan daya beli para petani itu sendiri.

"Ke depan kami akan dorong hilirisasi untuk petani, dengan cara ini bisa meningkatkan daya beli petani. Sehingga ke depan petani tidak lagi jual gabah, tapi beras langsung kepada konsumen," kata Wakil Ketua Komisi IV DPR itu.

TAGS : Pilpres 2019 Daniel Johan Ekonomi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :