Sabtu, 18/09/2021 12:21 WIB

Uni Eropa Kecam Pembalasan Emirat Arab Terhadap Somalia

Perselisihan antara Qatar di satu sisi, dan Arab Saudi, UEA, Mesir dan Bahrain di sisi lain, telah berlangsung sejak 5 Juni 2017

Bendera Uni Eropa (Foto: UB Post)

Teluk - Parlemen Eropa mengutuk Uni Emirat Arab (UEA). Ia mengatakan, negara itu mengambil tindakan pembalasan terhadap Somalia yang berdara di posisi netral pada krisis Teluk.

Dalam resolusi yang disahkan pada Rabu, parlemen yang berbasis di Belgia mengatakan, Somalia "berusaha untuk tetap netral" pada krisis Teluk yang sedang berlangsung, tetapi pada gilirannya "dirampas dari pembayaran dukungan anggaran reguler dari Arab Saudi dan UEA".

"Dalam hal konfrontasi yang lebih luas antara UEA dan Arab Saudi, di satu sisi, dan Qatar, di sisi lain, Pemerintah Federal Somalia berusaha untuk tetap netral, sedangkan, dalam pembalasan, Arab Saudi dan UAE telah menghentikan pembayaran dukungan anggaran rutinnya ke Somalia, yang semakin memperlemah kemampuan pemerintah untuk membayar pasukan keamanan," kata resolusi itu, dilansir Al Jazeera, Jumat (6/7).

Pernyataan Parlemen Eropa mendesak "UEA untuk berhenti segera dengan semua tindakan destabilisasi di Somalia dan menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Somalia."

Perselisihan antara Qatar di satu sisi, dan Arab Saudi, UEA, Mesir dan Bahrain di sisi lain, telah berlangsung sejak 5 Juni 2017, ketika negara-negara terakhir mengumumkan bahwa mereka memutuskan hubungan dengan Qatar dan menerapkan tanah, laut dan blokade udara.

Negara-negara Arab menuduh Doha mendukung "terorisme" dan "kelompok-kelompok ekstremis".

Somalia telah memiliki situasi keamanan yang tidak stabil selama beberapa dekade. Sebuah kelompok yang terkait dengan al-Qaeda, al-Shabab, sedang berjuang untuk menggulingkan pemerintah pusat yang didukung Barat dan mendirikan pemerintahannya sendiri berdasarkan interpretasinya terhadap hukum Islam di negara Tanduk Afrika.

Kelompok ini digunakan untuk mengendalikan sebagian besar negara, tetapi sejak 2010, para pejuangnya telah dipindahkan dari kota-kota besar dan kota-kota besar, meskipun terus melakukan serangan mematikan.

TAGS : Uni Eropa UEA Arab Saudi Qatar




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :