Kamis, 06/05/2021 03:59 WIB

Australia - Vanuatu Sepakati Keamanan Tangkal Pengaruh China

Perdana Menteri Malcolm Turnbull mengatakan dalam sebuah pernyataan, tetapi tidak memberi tanggal untuk memulai pembicaraan.

PM Australia, Malcolm Turnbull

Sidney  - Pemerintahan Australia berjanji meningkatkan kemampuan keamanan siber Vanuatu dengan perjanjian keamanan. Yakni dengan  upaya meningkatkan diplomasi  menangkal pengaruh China yang meningkat.

Ketegangan memicu hubungan dingin di antara dua mitra dagang itu, dengan titik terendahnya Australia menuduh China ikut campur dalam urusan dalam negeri pada akhir tahun lalu. Juga mengumumkan tindakan keras terhadap campur tangan asing sebagai tanggapannya.

Pada April, Australia menyatakan "keprihatinan besar" terhadap laporan bahwa Vanuatu dan China dalam pembicaraan untuk membangun kehadiran militer China di negara Pasifik itu. Namun, laporan itu kemudian dibantah kedua pihak.

Dalam kunjungan Perdana Menteri Vanuatu,  Charlot Salwai ke Canberra, Australia menawarkan bantuan pendidikan senilai Rp197 miliar dan mengatakan akan membelanjakan sekitar Rp4,2 miliar untuk mengembangkan kebijakan siber dan keamanan Vanuatu.

Pengawasan laut, kerja sama polisi dan pertahanan akan mendukung perjanjian keamanan. Perdana Menteri Malcolm Turnbull mengatakan dalam sebuah pernyataan, tetapi tidak memberi tanggal untuk memulai pembicaraan.

Kunjungan tersebut dilakukan di tengah upaya Australia untuk meningkatkan bantuan ke kawasan Pasifik dan diikuti kunjungan serupa ke Canberra oleh perdana menteri Kepulauan Solomon, yang mendapatkan bantuannya untuk membangun jaringan internet bawah laut untuk negaranya.

"Ini kurang lebih tentang bantuan yang diumumkan dan lebih banyak tentang kunjungan yang benar-benar terjadi dan simbolisme itu," kata Jonathan Pryke, seorang ahli kebijakan luar negeri Kepulauan Pasifik kepada Lowy Institute, sebuah lembaga pemikir yang berbasis di Sidney.

"Pesan yang dikirim adalah kami menghormati Anda, menganggap Anda serius sebagai rekan, daripada hubungan penerima-pendonor yang lebih tradisional," katanya.

China juga telah menjadi semakin aktif di Pasifik Selatan melalui pembangunan prasarana, bantuan, dan pendanaan untuk negara pulau kecil berkembang, selain menggelar kunjungan para pemimpin.

Janji China sebesar Rp25,3 triliun untuk wilayah tersebut pada Juni 2016 dikerdilkan oleh kontribusi Australia sebesar Rp108,5 triliun, kata penelitian Lowy Institute.

Keamanan siber menjadi titik panas, yang dikhawatirkan lembaga keamanan Australia bahwa perangkat keras, yang dipasang Huawei Technologies Co Ltd milik China dapat menimbulkan ancaman keamanan data. Janji penyediaan Internet Australia kepada Solomon langsung menutup tawaran serupa dari Huawei. (Reuters)

TAGS : Siber Keamanan Australia China




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :