Selasa, 03/08/2021 10:58 WIB

Fahri Hamzah Beberkan Alasan Erdogan Terpilih jadi Presiden

Erdogan merupakan generasi baru atau generasi kedua dari politik Islam di Turki yang sebelumnya didahului politisi Islam senior Necmettin Erbakan.

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah

Jakarta -  Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengatakan terpilihnya kembali Recep Tayyip Erdogan sebagai orang nomor wahid di wilayah itu tak terlepas dari keberhasilannya mengelola pemerintahan pada periode sebelumnya.

"Erdogan adalah sosok yang sangat mahir dalam politik, berbeda dengan para pendahulunya," kata Fahri dalam pernyataannya di Jakarta, Senin (25/6).

Menurut Fahri, Erdogan merupakan generasi baru atau generasi kedua dari politik Islam di Turki yang sebelumnya didahului politisi Islam senior Necmettin Erbakan.

"Saya pernah bertemu dengan keduanya dan berbicara. Tetapi, memang Erdogan jauh lebih fleksibel dan mengutamakan kemampuannya untuk menunjukan kepada masyarakat bahwa mereka bisa bekerja lebih baik," kata pria dari Nusa Tenggara Barat itu.

Fahri mengatakan kemenangan Erdogan dapat menjadi pelajaran bagi Indonesia, khususnya bagi para tokoh yang ingin bertarung dalam pilpres 2019.

Menurut Fahri, para pemimpin harus memiliki inovasi karena politik adalah industri pemikiran. Menurutnya, inovasi tersebut berupa perubahan-perubahan mendasar, yang membuat masyarakat merasa kepemimpinannya lebih baik dari yang lain.

"Kalau dihitung dari jumlah tahun berkuasa, sejak menjadi wali kota Istanbul, itu artinya sudah 24 tahun di politik. Menjadi PM itu sejak tahun 2003. Kemudian dalam dua periode ini setelah diubah dari sistem parlementer ke presidensial, Erdogan berkuasa periode kedua menjadi presiden," terang Fahri.

Dewan Pemilihan Tertinggi Turki (YSK) pada Senin pagi mengumumkan Presiden Recep Tayyip Erdogan mutlak memenangkan mayoritas suara dalam pemilihan presiden karena 97,7 persen kotak suara dibuka.

Berbicara beberapa jam setelah pemilihan presiden dan parlemen Minggu, kepala YSK Sadi Guven mengatakan Partai Keadilan dan Pembangunan (AK), Partai Rakyat Republik (CHP), Partai Gerakan Nasionalis (MHP), Partai Rakyat Demokrat (HDP) dan Partai Kebaikan (IYI) telah melewati 10 persen ambang batas dalam pemilihan parlemen.

Sadi mengatakan, suara tersisa yang belum terhitung jumlahnya tidak akan memengaruhi hasil pemilu.(aa)

 

TAGS : Recep Tayyip Erdogan Turki DPR Fahri Hamza




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :