Rabu, 01/12/2021 04:38 WIB

Iran Ancam Keluar dari Kesepakatan Nuklir Minggu Mendatang

Ia mengatakan Teheran bernegosiasi dengan delegasi yang tersisah untuk memastikan apakah mereka dapat memberi kami paket yang dapat memberi Iran manfaat dari pencabutan sanksi.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi (Foto: Reuters)

Tehran - Wakil Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan, kesepakatan nuklir Iran 2015 berada di Unit perawatan intensif (ICU). Negeri Para Mullah itu mengancam akan keluar beberapa minggu mendatang jika Eropa tidak menjamin keuangannya.

Itu disampaikan Araghchi pada pertemuan dengan delegasi yang tersisah, China, Rusia, Perancis, Inggris, Jerman, dan Uni Eropa di ibukota Austria, Wina, Jumat (22/6) kemarin.

"Saya mengatakan kepada konferensi hari ini, bahwa JCPOA berada di unit perawatan intensif karena kehilangan keseimbangan akibat penarikan secara sepihak Amerika Serikat (AS)," kata Araqchi kepada wartawan.

Ia mengatakan Teheran bernegosiasi dengan delegasi yang tersisah untuk memastikan apakah mereka dapat memberi kami paket yang dapat memberi Iran manfaat dari pencabutan sanksi.

Di antara jaminan yang dituntut Araghchi yaitu, perusahaan-perusahaan Eropa di Iran dilindungi dari sanksi AS. Ia juga meminta agar transaksi minyak mentah Eropa melalui bank-bank Iran harus terus beroperasi "tanpa masalah".

"Iran kehabisan kesabarannya dan ada kemungkinan bagi negara itu untuk meninggalkan kesepakatan dalam beberapa minggu mendatang," kata Kantor Berita Republik Islam juga mengutip Araghchi.

Komentarnya datang di tengah meningkatnya pertanyaan apakah negara-negara Eropa dapat melindungi kesepakatan dari sanksi AS di tengah ancaman Washington untuk menghukum perusahaan yang terus berurusan dengan Iran.

Sanksi AS diperkirakan akan menghantam Iran pada Agustus dan November. Washington juga memberlakukan serangkaian sanksi tambahan terhadap entitas dan individu Iran, serta perusahaan asing di Iran.

TAGS : Iran Amerika Serikat kesepatan nuklir




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :