Rabu, 01/12/2021 03:57 WIB

Tolak Hak Angket, Golkar Pilih Panggil Mendagri

Pengangkatan Komjen M. Iriawan alias Iwan Bule sebagai Pj Gubernur Jawa Barat (Jabar) menuai polemik. Sejumlah pihak tak sepakat terhadap penunjukan atas usulan ‎Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo ‎tersebut.

Ketua DPP Golkar, Ace Hasan Syadzily

Jakarta - Pengangkatan Komjen M. Iriawan alias Iwan Bule sebagai Pj Gubernur Jawa Barat (Jabar) menuai polemik. Sejumlah pihak tak sepakat terhadap penunjukan atas usulan ‎Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo ‎tersebut.

Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily meminta sejumlah pihak agar lebih efektif menanggapi polemik tersebut. Dia menilai‎ wacana pembentukan pansus hak angket terlalu berlebihan. Ketimbang wacana itu, Ace lebih sepakat jika ketidakpuasan itu diselesaikan dengan jalan pemangilan Mendagri oleh legislator Senayan. ‎

"Kalau tidak puas dengan kebijakan tersebut tinggal panggil Menteri Dalam Negeri RI oleh Komisi II apa alasan kebijakan penunjukan tersebut," ujar Ace Hasan, Selasa (19/6/2018).‎

Partai Golkar sendiri enggan berlebihan dalam menyikapi pengangkatan Komjen Iriawan sebagai pengganti Ahmad Heryawan (Aher) yang telah habis masa tugasnya. ‎"Partai Golkar menilai bahwa hal itu merupakan kewenangan pemerintah. Kebijakan itu pasti sudah dikaji dari aspek perundang-undangan yang berlaku," imbuh dia.‎

Dikatakan Ace, Iwan Bule sebelumnya juga telah menduduki jabatan diluar Kepolisian yakni sebagai Sekretarus Utama Lemhanas. Sebab itu, sambung Ace, tidak masalah jika Iwan Bule saat ini menjabat sebagai Pj Gubernur Jabar.‎

"Pak Irwan kan posisi sebelumnya bukan menepati dalam struktur aktif jabatan Kepolisian, tapi sebagai Sekretaris Utama Lemhanas. Jadi tidak bisa dinilai melanggar UU kepolisian," tutur dia.‎

Meski demikian, Ace menekankan agar Iwan Bule tetap menjaga netralitas selama menjabat Pj Gubernur Jabar.‎ Apalagi dalam menjalankan tugasnya di Pilkada 2018.

"Kami mengingatkan agar Pak Iriawan ini harus menjaga netralitasnya dalam menjalankan tugas sebagai Gubernur Jawa Barat yang tanggal 27 Juni 2018 ini akan digelar Pilkada," ujar Ace.

Kata Ace, pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap kinerja jenderal bintang tiga Polri tersebut saat menjabat Gubernur sementara Jawa Barat. Ace pun mengingatkan kredibilitas Polri jika Iwan Bule tidak netral.

"Kami akan memantau dan mengawasi kinerja Pak Iwan Bule untuk menjaga netralitasnya. Jika tidak netral, tidak hanya kepercayaan masyarakat terhadap Kepolisian yang akan hilang, tapi juga pemerintah juga akan rusak di mata publik," tandas Ace.‎

TAGS : Pilgub Jabar Mendagri Komjen Iriawan Pj Gubernur




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :