Senin, 06/12/2021 12:41 WIB

Begini Taktik Korut Melakukan Transformasi Ekonomi

China baru saja keluar dari gejolak pemerintahan Mao Zedong selama 27 tahun, masa dimana kapitalisme dilarang dan bisnis swasta dan properti disita oleh negara dan ditempatkan di bawah kepemilikan kolektif.

Kim Jong un tiba di Singapura (Foto: Reuters)

Beijing - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berjanji akan membuat Korea Utara sejajar dengan Korea Selatan  jika Pyongyang membuang senjata nuklirnya. Namun, ekonom dan akademisi yang  mempelajari negara terisolasi mengatakan, bukan AS tetapi China yang akan mebuat perubahan di negara itu.

"Contoh terdekat tidak akan didasarkan pada kapitalisme gaya Amerika, tetapi ekonomi pasar yang dikendalikan negara China pertama kali diperjuangkan oleh Deng Xiaoping, yang menjadi pemimpin China pada 1978," kata para ahli ini.

China baru saja keluar dari gejolak pemerintahan Mao Zedong selama 27 tahun, masa dimana kapitalisme dilarang dan bisnis swasta dan properti disita oleh negara dan ditempatkan di bawah kepemilikan kolektif.

Deng memperkenalkan reformasi memilukan yang secara luas dianggap  menciptakan fondasi keajaiban ekonomi China dalam 40 tahun terakhir. Perubahan itu sangat besar, pertumbuhan yang fenomenal, tetapi yang paling penting Partai Komunis China adalah, mereka tidak hanya mempertahankan kekuasaan tetapi meningkatkan kontrolnya atas negara tersebut.

Dan menjelang KTT antara pemimpin Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada Selasa (12/6) di Singapura, China telah berubah menjadi Pyongyang.

Kim  melakukan dua kunjungan untuk bertemu Xi sejak Maret, sementara delegasi tingkat tinggi dari Partai Buruh yang berkuasa melakukan tur ke pusat industri Tiongkok dalam kunjungan 11 hari di bulan Mei yang berfokus pada transportasi perkotaan berteknologi tinggi China dan terobosan ilmiah terbaru.

Delegasi itu berkunjung ke China hanya beberapa minggu setelah Kim mengumumkan diakhirinya uji coba nuklir dan rudal, dan berjanji melakukan upaya habis-habisan menuju pembangunan ekonomi sosialis.

Media China melabeli pengumuman Kim dengan pembukaan dan reformasi Korea Utara, singkatan kebijakan Deng, memicu sebuah kebingungan investasi di perumahan di Dandong, kota perbatasan China.

"Kim sedang berbicara dengan Trump karena  ia memerlukan Amerika Serikat untuk mendukung sanksi. Setelah itu, berita utama adalah tentang Kim dan Xi Jinping," kata Jeon Kyong-man, seorang ekonom di Institut Integrasi Masyarakat Korea, dengan merujuk pada presiden China.

China adalah sekutu terpenting dan mitra perdagangan terbesar Korea Utara. Dan sejak Kim mengambil alih kekuasaan pada tahun 2011, hubungan perdagangan menjadi semakin penting. China kini mewakili lebih dari 90 persen perdagangan Pyongyang, menjadikannya hanya sebagai satu-satunya jalur ekonomi Korea Utara. (Reuters)

TAGS : Amerika Serikat China Korea Utara




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :