Jum'at, 03/12/2021 05:43 WIB

AS Ancam Iran Sanksi Terberat Sepanjang Sejarah

Pompeo mendesak Teheran segera melapor kepada Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) terkait program nuklirnya.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo (Foto: via Financial Tribune)

Washington - Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengancam Iran akan menderita sanksi paling keras dalam sejarah dari Amerika Serikat, jika negara itu tidak mengubah kebijakannya saat ini.

Di dalam pidato yang berisi ‘strategi Iran baru’ di Heritage Foundation, Pompeo mendesak Teheran segera melapor kepada Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) terkait program nuklirnya. Hal itu bertujuan untuk mengakhiri penyebaran rudal dan menghentikan dukungan terhadap kelompok teroris di Timur Tengah.

"Kami akan menjamin kebebasan pelayaran di perairan di wilayah tersebut. Kami melacak agen Iran dan anak asuhnya, Hizbullah, yang beroperasi di seluruh dunia dan menghancurkan mereka," kata diplomat senior AS tersebut pada Senin (21/5) di Washington dilansir dari Xinhua.

"Iran takkan pernah lagi memiliki kekuasaan penuh untuk mendominasi Timur Tengah,” lanjut Pompeo.

Ketika berbicara mengenai sanksi selanjutnya AS, Pompeo mengatakan sanksi yang dijatuhkan negaranya akan menjadi sanksi paling keras dalam sejarah. Dia juga menjamin Iran tidak akan pernah memiliki jalur ke senjata nuklir.

Pompeo, yang kini berupaya membentuk koalisi internasional untuk menekan Iran, mengatakan Amerika Serikat menginginkan kesepakatan yang lebih baik guna menangani keprihatinannya mengenai Iran, dan akan mengirim tim ke seluruh dunia untuk menjelaskan motif AS dan membangun momentum global.

"Kami menyambut setiap negara yang sudah muak dan jemu dengan tingkah-laku Iran,” tegasnya.

Diketahui, pidato Pompeo disampaikan setelah pemerintah Presiden Donald Trump keluar dari kesepakatan nuklir Iran, yang bersejarah, pada awal Mei, sehingga memicu kemarahan internasional.

Saat mengumumkan keluarnya AS, Trump berikrar akan menjatuhkan sanksi ekonomi paling tinggi atas Teheran. AS juga akan menjatuhkan sanksi sekunder terhadap negara yang melakukan hubungan bisnis dengan Teheran.

TAGS : Amerika Serikat Iran Nuklir




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :