Selasa, 18/06/2024 12:34 WIB

8 Hal Penting yang Harus Dibicarakan pada Anak Soal Terorisme

Pemberitaan teror dan peledakan bom di beberapa titik di Jawa Timur meninggalkan keresahan, pun halnya dengan anak-anak.

Apa yang bisa Anda lakukan untuk memberikan pengertian pada anak mengenai terorisme dan situasi darurat? (Foto: Ilustrasi/John Howard)

Jakarta - Terjadinya peristiwa ledakan bom yang menimbulkan korban jiwa di beberapa lokasi di Jawa Timur, tepatnya Surabaya dan Sidoarjo pastinya membuat orang-orang khawatir akan keselamatan jiwanya, pasangannya, dan juga anak-anaknya.

Kondisi ini pastinya juga membuat banyak orang cemas dan panik, terlebih pelaku terorisme juga melibatkan anak-anak sebagai korban yang ikut `ditugaskan` orang tuanya. Lalu, apa yang bisa Anda lakukan untuk memberikan pengertian pada anak mengenai terorisme dan situasi darurat?

Berikut delapan langkah yang diberikan oleh Praktisi Pendidikan Keluarga Kita, Najeela Shihab yang bisa Anda lakukan:

1. Pilih waktu dan suasana yang tepat

2. Tanyakan perasaan anak dan cari tahu seberapa banyak informasi yang iketahui anak tntang teror/kekerasan. Ajukan pertanyaan, seperti: "Dengar berita apa hari ini? Apkah tadi heboh dibicarakan?"

3. Tiap anak memiliki tingkat kecemasan yang berbeda dan cara mengekspresikan emosi yang unik. Ajak anak untuk mengenali dan mengidentifikasi emosinya.

4. Orangtua/guru harus menunjukkan sikap tenang dan tidak menularkan kekhawatiran yang berlebihan. Hindari menyalahkan dan mempekat prasangka yang salah terhadap kelompok tertentu.  

5. Apabila anak berbagi fakta , opini, atau spekulasi tertentu, ajukan pertanyaan mengnai kredibilitas informasi, seperti: "Sudah dicek kembali ke website resmi? Apa manfaatnya kalau gambar ini disebar?"

Jadilah teladan bagi anak tentang literasi media dan informai yang selalu kritis mengecek kebenarannya.

6. Ajarkan anak untuk tahu bereaksi pada situasi darurat, misalnya bersikap tenang, tahu tanda/lambang keamanan, seperti pintu darurat, hapal nomor telepon orangtua, tahu cara mengungkapkan kecemasan pada orang dewasa, memahami dan dapat mengikuti instruksi serta menghindari kerumunan.

7. Ajarkan anak untuk sensitif dan responsif pada lingkungan sekitar, misalnya siapa yang butuh bantuan. Ajari dengan pertanyaan, " Apa yang bisa kamu lakukan kalau....? atau "Bagaimana kita bisa membantu mereka, ya?"

8. Diskusikan kejadian sehari-hari maupun berita populer di media massa/sosial sesuai usia anak sebagai bagian dari rutinitas keluarga.Hal ini mengajarkan anak mengenai nilai sosial di masyarakat. 

KEYWORD :

Terorisme Surabaya Anak




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :