Senin, 04/03/2024 05:13 WIB

Kementan Sarankan Papua Nugini Impor Beras dari Indonesia

Beras dari Indonesia mempunyai kelebihan selain jaraknya dekat di perbatasan harganya juga sangat kompetitive dibandingkan dengan beras impor dari negara lain

Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan kerja ke PNG

Port Moresby - Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melakukan  kunjungan kerja ke Papua Nugini (PNG) dipimpin oleh Ketua Komisi IV DPR, Edi Prabowo didampingi Staf Ahli Menteri Pertanian (Mentan) Bidang Lingkungan, Mukti Sardjono serta Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP) dan Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup (LHK).

Dalam pertemuan tersebut Ketua Komisi IV menyampaikan beberapa poin, di antaranya, (1) DPR ikut prihatin dengan terjadinya gempa di PNG pada bulan Pebruari yang lalu, (2) RI dan PNG adalah negara tetangga yang paling dekat, sudah selayaknya untuk meningkatkan kerjasama khususnya di bidang Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, (3) Komisi IV DPR menawarkan pendidikan pertanian, perikanan dan kehutanan khususnya bagi pemuda PNG.

Kemudian di tempat yang Staf Ahli Mentan, Mukti Sardjono menawarkan peningkatan impor beras dari Indonesia terutama dari Papua atau Merauke yang telah dimulai oleh Bapak Menteri Pertanian tahun lalu.

"Beras dari Indonesia mempunyai kelebihan selain jaraknya dekat di perbatasan harganya juga sangat kompetitive dibandingkan dengan beras impor dari negara lain," ujar Mukti, Kamis (19/4) kemarin.

Selain itu kata Mukti, sebagai sesama negara produsen kelapa sawit kami mengharapkan PNG untuk bersama-sama menghadapi serangan negatif terhadap kelapa sawit.

Indonesia menghargai kepada Pemerintah PNG tentang rencana penandatangan MoU antar PNG dengan RI dibidang Perkarantinaan tgl 20 April 2018 di Bali. MOU ini diharapkan dapat mempromosikan produktivitas pertanian, perdagangan dan pembangunan ekonomi kedua pihak.

Parlemen dan Wakil Menteri Pertanian  PNG sangat menghargai kunjungan Komisi IV DPR ke PNG dan tentunya akan meningkatkan kerjasama yang semakin erat kedua negara. Terhadap tawaran pelatihan kepada pemuda PNG dan diharapkan segera dapat direalisasikan. Permintaan beras PNG terus meningkat dan tawaran beras dalam negeri sangat menarik untuk dipertimbangkan.

Impor beras ke PNG saat ini terus meningkat sejalan meningkatnya permintaan terutama konsumen muda. Pemenuhan kebutuhan beras PNG dilakukan oleh perusahaan importir dari Australia, dengan sumber beras dari Thailand dan Vietnam.

Harga beras Jasmine Thailand di tingkat retail di Port  Moresby 1 kg = 4,6 Kina (sekitar Rp20.000,-/ kurs 1 Kina = Rp 4.240). Ini merupakan peuang bagi beras Indonesia untuk pemasaran atau eksport melalui perbatasan PNG.

KEYWORD :

Kementan Papua Nugini Beras Mukti Sardjono




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :