Jum'at, 31/05/2024 03:12 WIB

Makan Korban Jiwa, Uber Tutup Layanan Mobil Tanpa Supir

Namun karena kendaraan Uber dengan mode otomatis menabrak pejalan kaki di Tempe, Ariz,

Ilustrasi Taxi Uber

Jakarta - Layanan mobil otomatis (self driving) Uber dihentikan di Amerika Serikat lantaran telah memakan korban jiwa pada Senin (19/03) waktu setempat.

Sebelumnya, perusahaan tranportasi online itu memiliki fitur yakni mobil tanpa seorang pengemudi di dalamnya. Namun mobil tersebut secara otomatis akan mengantar penumpang ke tempat tujuan.

Namun karena kendaraan Uber dengan mode otomatis menabrak pejalan kaki di Tempe, Ariz, layanan itu sementara ditutup di AS.

Menurut pihak kepolisian, pada Senin dini hari ada orang di belakang kemudi, tapi mobil itu menyetir sendiri pada saat tabrakan.

"Kendaraan itu melakukan perjalanan ke utara tepat di selatan Curry Rd. Ketika seorang wanita berjalan di luar penyeberangan menyeberang jalan dari barat ke timur dan tiba-tiba ditabrak kendaraan Uber," kata polisi.

"Dia diangkut ke rumah sakit daerah setempat di mana dia meninggal dunia karena luka-lukanya," tambahnya.

Saat polisi menyelidiki kecelakaan tersebut, Uber meniadakan tes mengemudi sendiri di jalan umum di seluruh Amerika Serikat dan Kanada.

Uber telah menguji teknologi di kota-kota lain, termasuk San Francisco, Toronto, dan Pittsburgh.

CEO Uber Dara Khosrowshahi, menyesalkan insiden mematikan tersebut. Lewat akun media sosialnya Dara meminta maaf kepada keluarga korban dan pihak kepolisian memahami perkara itu.

"Kami memikirkan keluarga korban ketika kami bekerja dengan penegak hukum setempat untuk memahami apa yang terjadi," tulisnya.

Ini adalah kematian pertama yang diketahui dari layanan tersebut, tetapi diketahui sebelumnya juga ada tabrakan lain.

Mobil Uber self-driving mengalami kecelakaan tahun lalu di Arizona tanpa cedera serius. Sebuah mobil self-driving Uber juga terlibat dalam tabrakan di Pittsburgh minggu lalu.

KEYWORD :

Uber Mobil Otomatis Amerika




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :