Kamis, 13/05/2021 16:18 WIB

Sepak Terjang Bos Matahari Berakhir di Sungai Ciliwung

Pendiri Matahari Departement Store dan juga pemilik Taman Wisata Matahari, Hari Darmawan ditemukan meninggal dunia, di aliran Sungai Ciliwung, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Sabtu (10/3).

Bos Matahari Departement Store, Hari Darmawan Ditemukan Tewas di Sungai Ciliwung

Jakarta - Pendiri Matahari Departement Store dan juga pemilik Taman Wisata Matahari, Hari Darmawan ditemukan meninggal dunia, di aliran Sungai Ciliwung, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Sabtu (10/3).

Nama Hari Darmawan dikenal sebagai salah satu pengusaha ritel yang sukses di tanah air. Nama Matahari Departement Store sebagai salah satu perusahaan ritel yang didirikan Hari.

Dikutip dari berbagai sumber, saat ini Matahari Department Store berada dibawah naungan Lippo Group milik James Riady. Namun sebelum diakuisisi oleh Lippo Group, Matahari Department Store dimiliki oleh Hari Darmawan.

Hari lahir pada tanggal 27 Mei 1940 di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Hari Darmawan tumbuh di tengah keluarga besar. Ayahnya bernama Tan A Siong yang dikenal sebagai pengusaha keturunan Tionghoa di Makassar yang banyak berkecimpung dalam usaha produk pertanian. Saat Hari berusia lima tahun, sudah melihat usaha keluarganya bangkrut.

Setelah lulus dari Sekolah Menengah Atas, dia merantau ke Jakarta untuk mencari pekerjaan. Dia bertemu dan menikahi putri dari pemilik `Mickey Mouse`, sebuah toko serba ada berukuran kecil di Pasar Baru, yang pada saat itu merupakan sebuah distrik perbelanjaan terkenal di Jakarta.

Ayah mertua Hari kemudian menjual toko serba ada tersebut kepadanya. Di bawah pengelolaannya, toko berkembang pesat.

Pada tahun 1968, dia membeli toko serba ada terbesar di Pasar Baru waktu itu yang bernama "Toko De Zon" (dari bahasa Belanda yang berarti The Sun atau Matahari dalam bahasa Indonesia).

Hari pun mengganti namanya menjadi `Matahari` dan gerai pertama dibuka pada tanggal 24 Oktober 1958 yang menempati gedung dua lantai seluas 150 meter persegi di Pasar Baru, Jakarta.

Pada tahun 1980-an, `Matahari` membuka cabang-cabangnya di hampir semua kota besar di Indonesia dan toko tersebut terkenal sebagai toko jaringan ritel terbesar di Indonesia.

Pengusaha itu pun pernah terpilih sebagai Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo). Semasa krisis moneter tahun 1997, bisnis Darmawan terkena dampaknya dan menanggung kerugian besar. Akhirnya, bisnisnya dibeli oleh Lippo Group. Hari kemudian mendirikan perusahaan baru bernama "Pasar Swalayan Hari-Hari".

Diketahui, Hari ditemukan tewas di Sungai Ciliwung, Bogor, Jawa Barat. Hingga saat ini, aparat kepolisian masih menyelidiki penyebab kematian Hari. Dugaan sementara, Hari tewas karena terpeleset ke sungai Ciliwung.

Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky mengatakan, jasad Hari ditemukan oleh Tim SAR gabungan setelah mendapatkan kabar korban menghilang dari karyawannya pada Jumat 9 Maret 2018 malam.

"Sebelumnya, tadi malam korban mengatakan mau ke vila di dekat sungai, namun setelah stafnya pergi ambil minum dan kembali tiba-tiba korban sudah tidak ada," kata Dicky.

Sementara, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo menjelaskan, dari keterangan yang didapatkan managemen TMW, Jumat (9/3) malam sekitar pukul 20.30 WIB, Hari sedang beristirahat di salah satu villa yang berada di kawasan Cilember, tepatnya di daerah Hankam sebelum berencana kembali ke kediamannya di TWM.

"Adapun pada saat itu kondisi hujan deras pada siang hari di kawasan puncak yan mengakibatkan aliran Sungai Ciliwun deras. Hari diduga berkeinginan untuk melihat kondisi sungai tersebut lebih dekat," ujar Sutopo dari keterangan resmi managemen TMW.

Villa Hari berada di sisi Sungai Ciliwung. Dugaan sementara pada saat melihat kondisi Sungai Ciliwung itulah Hari hilang keseimbangan sehingga terjatuh ke aliran sungai yang beraliran sangat deras.

Pada Jumat malam, managemen TWM mencoba melakukan penyisiran area Sungai Ciliwung dengan berjalan kaki dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cisarua.

Namun, karena ada sejumlah area yang tidak bisa disisir dengan berjalan kaki, managemen kemudian meminta bantuan tim SOAR yang merupakan rekanan kerja TWM untuk menyisir aliran sungai menggunakan perahu karet.

Pada Jumat malam penyisiran sempat dihentikan karena kondisi gelap. Pada Sabtu pukul 06.00 pencarian kembali dilakukan. Jasad Hari ditemukan sekitar 1 km dari titik kawasan villa miliknya.
Jasad Hari telah dibawa ke rumah duka di Bogor, dan rencananya akan dimakamkan di Bali sesuai dengan keinginan almarhum.

TAGS : Bos Matahari Tewas Hari Darmawan




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :