Jum'at, 14/05/2021 18:26 WIB

Fahri: Secara Etika, Sohibul Tak Layak Pimpin PKS

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman dinilai secara etika, sudah tidak layak untuk memimpin partai. Sebab, Sohibul dianggap telah merusak reputasi PKS.

Presiden PKS, Sohibul Iman

Jakarta - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman dinilai secara etika, sudah tidak layak untuk memimpin partai. Sebab, Sohibul dianggap telah merusak reputasi PKS.

Demikian disampaikan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang juga sebagai salah satu pendiri PKS, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (8/3). Menurutnya, Sohibul sudah seharusnya dicopot dari jabatannya.

"Kalau bicara etik, harusnya secara etika Sohibul ini sudah tidak layak juga memimpin, karena performance partai merosot dari segala hal," kata Fahri.

Selain itu, kata Fahri, seluruh kader PKS menjadi tidak tenang karena kerap mendapat ancaman. "Kader juga sedang tidak semangat, yang muncul itu-itu saja, karena semua takut bicara," tegasnya.

Diketahui, Fahri resmi mempidanakan Sohibul Iman ke Polda Metro Jaya. Sohibul dinilai telah melakukan pencemaran nama baik dan merusak reputasi PKS. Alasannya Fahri menempuh jalur hukum karena agar masalah bisa ditingkatkan dari keperdataan menjadi satu peristiwa pidana.

"Pada tahapan awal saya laporkan adalah beberapa pasal dalam UU KUHP dan juga dilengkapi oleh dokumen-dokumen, juga masuk ke UU ITE," kata Fahri.

Guna melengkapi laporan pidana terhadap Sohibul, Fahri membawa sejumlah alat bukti berupa CD, USB, dan sejumlah berkas-berkas lainnya berupa dokumen cetak. "Saya membawa berkasnya, surat laporannya, kemudian alat buktinya berupa CD, USB dan lain-lain serta berupa dokumen cetak," terangnya.

Selain itu, Fahri juga telah mempersiapkan sejumlah saksi dan ahli untuk menjadi pihak yang di Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

"Sehingga kemudian laporan saya ini menjadi lengkap bahwa telah terjadi tindak pidana yang dilakukan oleh saudara Sohibul Iman," tegasnya.

TAGS : Presiden PKS Sohibul Iman Fahri Hamzah




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :