Kamis, 02/12/2021 16:32 WIB

Kunjungan Pangeran Saudi ke Inggris Disambut Lautan Massa

Kunjungan ini mengkhawatirkan, mengingat sejak Theresa May menjadi Perdana Menteri, jumlah lisensi terbuka untuk senjata ke Arab Saudi semakin melejit.

Pangeran Mohammed bin Salman

Jakarta - Kunjungan Mohammed bin Salman, Pangeran Mahkota Arab Saudi ke Inggris disambut lautan massa pada Rabu (7/3) malam nanti. Dalam lawatan tersebut, ia akan bertemu dengan Theresa May dan anggota senior Keluarga Kerajaan.

Kelompok hak asasi manusia (HAM)  dan lebih dari sepertiga warga Inggris mengecam Arab Saudi, karena perannya dalam konflik di Yaman, menyebabkan negara tersebut memasuki ambang krisis kemanusiaan terparah.

Tidak jelas topik apa yang akan menjadi agenda utama dua pemimpin tersebut. Namun yang jelas kunjungan ini mengkhwatirkan, mengingat sejak Theresa May menjadi Perdana Menteri, jumlah lisensi terbuka untuk senjata ke Arab Saudi semakin melejit. 

Sementara, Saudi diketahui memimpin sebuah koalisi sembilan negara Arab dalam serangan udara terhadap pemberontak Yaman dan sekutunya sejak 2015, dan lebih dari 10.000 orang diperkirakan telah meninggal dunia.

Pada tahun sebelum konflik di Yaman di mulai, jumlah lisensi standar untuk ekspor senjata Inggris meningkat sepertiga, dari 124 pada tahun 2014 menjadi 165 pada tahun 2015. Selama periode tersebut, pengeluaran oleh Arab Saudi meningkat dari 80 juta poundsterling atau sekitar Rp1,5 triliun menjadi  2,84 miliar poundsterling atau sekitar Rp544 triliun.

Lisensi penjualan senjata terbuka disebut sangat rahasia "rahasia". Demikian kata kelompok kampanye, karena mereka mengizinkan sejumlah item yang belum dibuka dikirim ke negara lain selama lima tahun.

Namun, juru bicara Departemen Perdagangan Internasional mengatakan, "Pemerintah Inggris memiliki tanggung jawab kontrol ekspor dengan sangat serius dan mengoperasikan salah satu rezim kontrol ekspor yang paling kuat di dunia.

"Kami secara ketat memeriksa setiap aplikasi berdasarkan kasus per kasus terhadap Kriteria Perizinan Ekspor UE dan Nasional yang Dikonsolidasi, dengan risiko seputar pelanggaran HAM menjadi bagian penting dari penilaian lisensi kami," jelasnya.

"Kami tidak akan memberikan lisensi jika melakukan hal itu tidak sesuai dengan kriteria ini dan telah menangguhkan atau mencabut lisensi saat tingkat risiko berubah."

Pada 4 Maret sebelumn, mahkota Saudi melakukan perjalanan Mesir, kemudian Londong dan terakhir, ia akan mengunjungi Amerika Serikat, sekutu terdekat Riyadh, pada tanggal 19 Maret.

TAGS : Inggris Arab Saudi Yaman




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :