Selasa, 27/07/2021 03:19 WIB

Trump Sebut AS Bodoh Kucurkan Rp447 Triliun untuk Pakistan

Presiden Donald Trump menyebut Amerika Serikat

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menaiki Air Force One menuju KTT APEC di Danang, Vietnam pada tanggal 11 November 2017 (Reuters / Jonathan Ernst)

Washington - Presiden Donald Trump menyebut Amerika Serikat "dengan bodohnya" memberikan bantuan Pakistan lebih dari USD33 miliar atau Rp447 triliun selama 15 tahun terakhir tanpa imbalan apa pun, dan berjanji akan menghentikannya.

"Mereka memberi perlindungan teroris yang kita cari di Afghanistan, dengan sedikit bantuan. Tidak ada lagi! " kicau Trump di akun Twitter-nya.

"Amerika Serikat dengan bodohnya memberi bantuan lebih dari Rp447 triliun kepada Pakistan selama 15 tahun terakhir. Tapi balasan mereka tak lain hanya kebohongan dan penipuan, mengganggap pemimpin kami sebagai orang bodoh."

Menaggapi hal itu, Menteri luar negeri Pakistan, Khawaja M. Asif juga melalui akun Twitternya mengatakan, "Kami akan menanggapi tweet Presiden Trump sebentar lagi, Insya Allah ... Akan membiarkan dunia mengetahui yang sebenarnya. Perbedaan antara fakta dan fiksi."

Belum jelas apa mendorong kritik Trump terhadap Pakistan, tapi ia sudah lama mengeluh bahwa Islamabad tidak berbuat banyak untuk menangani Islamic State Iraq and Syria (ISIS)

Namun, New York Times melaporkan pada 29 Desember bahwa pejabat AS tidak mendapat akses ke anggota jaringan Haqqani yang terkait dengan Taliban yang ditangkap di Pakistan yang berpotensi dapat memberikan informasi tentang setidaknya satu sandera Amerika.

Pakistan mengatakan telah meluncurkan operasi militer untuk mengusir militan dari tanahnya dan 17.000 orang Pakistan  tewas dalam pertempuran dengan gerilyawan atau dalam pemboman dan serangan lainnya sejak tahun 2001.

 

Dalam pidato bulan lalu di Afghanistan kepada pasukan AS, Wakil Presiden Mike Pence mengatakan terlalu lama Pakistan memberikan tempat yang aman bagi Taliban dan banyak organisasi teroris, namun hari-hari telah berakhir. 

Senator AS Rand Paul mengatakan di Twitter dia akan memimpin tuntutan di Senat untuk mengakhiri bantuan ke Pakistan. "Ayo segera realisasikan," katanya.

Menurut Reuters, pejabat Dewan Keamanan Nasional mengatakan bahwa Gedung Putih tidak akan mengirim USD255 juta atau Rp3 triliun bantuan ke Pakistan saat ini dan akan meninjau kembali tingkat kerjasama Pakistan. Pada bulan Agustus, pemerintah mengatakan bahwa menunda pembayaran.

TAGS : Amerika Serikat Afghanistan




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :