Rabu, 28/07/2021 22:01 WIB

Mantan PM Mesir "Hilang" Saat Siap Maju Pilpres

Shafik dipandang oleh para pengeritik Presiden Abdel Fattah al- Sisi sebagai pentantang potensial bagi mantan panglima militer itu.

Ahmed Shafik, mantan Perdana Menteri Mesir (Reuters).

Kairo - Keluarga mantan Perdana Menteri Mesir Ahmed Shafik mengatakan pada Minggu, pihaknya kehilangan kontak dengan Shafik sejak ia dideportasi dari Uni Emirat Arab (UAE) ke Kairo.

Kabar tersebut terjadi beberapa hari setelah Shafik mengumumkan niatnya mencalonkan diri dalam pemilihan presiden tahun depan.

Shafik, mantan kepala staf angkatan udara dan menteri, telah dipandang oleh para pengeritik Presiden Abdel Fattah al- Sisi sebagai pentantang potensial bagi mantan panglima militer itu yang diperkirakan akan mencalonkan diri untuk perode kedua tahun depan.

Para pendukung melihat Sisi, yang bersekutu dengan UAE dan Arab Saudi, sebagai kunci bagi stabilitas Mesir. Tapi pengeritik mengatakan ia telah memenjarakan ratusan pembangkang dan mengekang kebebasan yang diperoleh setelah pergolakan 2011 yang menggulingkan bekas pemimpin Hosni Mubarak.

Informasi mengenai apa yang terjadi atas Shafik belum jelas pada Minggu. Ia membuat pengumumuan mengejutkan mengenai niatnya untuk mencalonkan diri dalam pemilihan tahun 2018 dari UAE, tempat ia tinggal sementara bersama dengan keluarganya, pada Rabu.

Keluarga Shafik mengatakan ia dibawa dari rumah mereka pada Sabtu dan diterbangkan dengan pesawat pribadi ke Kairo. Seorang saksi mata Reuters mengatakan otoritas Mesir mengawalnya dalam sebuah konvoi dari bandara.

"Kami tak tahu apa-apa mengenai dia sejak ia meninggalkan rumah kemarin," kata puteri Shafik, May, kepada Reuters seperti dikutip Antara.

"Jika ia dideportasi ia semestinya sudah bisa pulang sekarang, bukan tak diketahui dimana keberadaannya. Kami pikir dia diculik."

Keluarga dan pengacara mengatakan mereka berencana mengajukan keluhan ke kantor penuntut umum mengenai keberadaan Shafik.

"Saya menyerukan penguasa Mesir... mengizinkanku bertemu dia untuk mengeceknya dan mengonfirmasi ketibaannya di Mesir," kata pengacara Dina Adly Hussein dalam sebuah pernyataan di halaman Facebook-nya.

Otoritas UAE membenarkan Shafik meninggalkan negara itu, tapi tak disebutkan kemana ia pergi.

Kementerian Luar Negeri Mesir pun menyatakan tidak bertanggung jawab atas kasus tersebut.

"Kami tidak tahu apa-apa tentang Shafik. Kami tidak menangkapnya dan kami tidak menerima permintaan dari pihak kejaksaan untuk menangkap dia atau membawa dia pulang,” demikian sumber resmi di Kementerian Dalam Negeri Mesir.

TAGS : Ahmed Shafik Mesir Pilpres




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :