Kamis, 02/12/2021 23:52 WIB

Rouhani Nyatakan, Iran Siap Bangun Kembali Suriah

Pertemuan trilateral antara Iran, Rusia dan Turki di Sochi minggu ini dinilai sebagai langkah yang tepat, pada saat yang tepat untuk stabilitas di Suriah

Presiden Iran Hassan Rouhani (foto: Alaraby)

London - Pertemuan trilateral antara Iran, Rusia dan Turki di Sochi minggu ini dinilai sebagai langkah yang tepat, pada saat yang tepat untuk stabilitas di Suriah. Demikian, Presiden Iran Hassan Rouhani kepada rekannya dari Suriah, Bashar al-Assad.

Rusia Vladimir Putin mendapat dukungan Turki dan Iran pada Rabu (23/11) untuk menjadi tuan rumah kongres perdamaian Suriah.

"Pertemuan puncak Sochi merupakan langkah yang tepat pada saat yang tepat," kata Rouhani dikutip dari kantor berita IRNA, Sabtu (25/11), dalam panggilan telepon dengan sekutu regional Tehran.

Ia mengatakan, kongres nasional untuk mengadakan pembicaraan tatap muka antara pemerintah dan oposisi dapat menjadi langkah menuju stabilitas dan keamanan Suriah.

Pemerintah Iran menandatangani kontrak ekonomi besar dengan Suriah, untuk membantu Assad dalam perangnya melawan kelompok pemberontak dan militan Islamic State Iraq and Syria (ISIS)

"Teheran siap memiliki peran aktif dalam rekonstruksi Suriah," Rouhani menambahkan.

Komandan utama Garda Revolusi Iran, mengirim senjata dan ribuan tentara ke Suriah untuk mendukung rezim Assad. Pada Kamis juga mengatakan siap membantu membangun kembali Suriah dan mewujudkan gencatan senjata yang abadi di sana.

Perang saudara enam tahun Suriah merenggut ratusan ribu nyawa dan memaksa jutaan orang melarikan diri dalam krisis pengungsi terburuk sejak Perang Dunia Kedua.

Dalam pernyataan bersama di Sochi, ketiga pemimpin tersebut meminta pemerintah Suriah dan oposisi moderat untuk berpartisipasi secara konstruktif dalam kongres yang akan diadakan di kota yang sama pada tanggal yang tidak mereka tentukan.

Arab Saudi, saingan berat Iran di Timur Tengah, juga mensponsori sebuah pertemuan pada Rabu (23/11) di sebuah hotel mewah di Riyadh untuk kelompok oposisi Suriah.

Ketegangan regional meningkat dalam beberapa pekan terakhir antara monarki Muslim Sunni Arab Saudi dan Iran Syiah. Pangeran Mahkota Saudi menyebut Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei "Hitler baru Timur Tengah" dalam sebuah wawancara dengan New York Times yang dipublikasikan pada Kamis (24/11).

Israel juga memandang Iran sebagai ancaman utama di wilayah tersebut. Seorang menteri kabinet mengatakan bulan ini bahwa Israel memiliki kontak rahasia dengan Arab Saudi.

"Sangat aneh bahwa sebuah negara regional menganggap bangsa Iran sebagai musuh dan rezim Zionis sebagai temannya," kata Rouhani kepada Assad saat ditanyai, dilansir Reuters, Minggu (26/11)

TAGS : Rusia Turki Iran Suriah Israel




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :