Selasa, 20/04/2021 04:21 WIB

Ketum PPP Dorong Pemuda Indonesia Mendunia

Pemuda Indonesia diharapkan dapat berkontribusi dan tampil di kancah internasional. Saatnya pemuda mampu menjadi bagian dari Indonesia dalam menghadapi aneka tantangan global.

Ketua Umum PPP, Romahurmuziy

Jakarta - Pemuda Indonesia diharapkan dapat berkontribusi dan tampil di kancah internasional. Saatnya pemuda mampu menjadi bagian dari Indonesia dalam menghadapi aneka tantangan global.

Hal itu disampaikan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy (Romi), dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda, Sabtu (28/10). Romi berharap, para pemuda memiliki kesadaran guna membawa Indonesia tampil di kancah internasional dengan lebih unggul dan bermartabat.

"Diluar angka-angka negatif seperti meningkatnya kriminalitas, narkoba pornografi, dan pornoaksi," kata Romi, usai menghadiri dialog pengurus Kelompok Kerja Madrasah Aliyah, Madrasah Tsanawiyah, dan Madrasah Ibtidaiyah, di Hotel Pramesthi Sukoharjo, Jawa Tengah.

Apalagi, kata Romi, dunia saat ini cenderung dipimpin oleh pemimpin usia muda, seperti Presiden Austria Sebastian Kurz yang berusia 31 tahun, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Kate Laurell Ardern berusia 37 tahun, dan Presiden Prancis Emmanuel Macron berusia 39 tahun.

"Pemuda di Indonesia juga harus mempersiapkan mengikutinya. Dalam bidang lain kita ketahui ada 10 orang mengubah wajah digital dunia semuanya adalah anak-anak muda berusia dibawah 30 tahun, ini menunjukkan perubahan yang begitu cepat itu hanya bisa diikuti generasi muda," kata Romi.

Dalam kesempatan itu, Romi menjelaskan, ketika masa penjajahan para pemuda harus menghadapi penjajah dengan bersenjata, namun saat ini ada lima tantangan yang harus dihadapi pemuda. Adalah, pertama terkait merebaknya narkoba di Indonesia.

Kedua, terkait pornografi dan pornoaksi yang dituntut peran pemerintah semakin ketat menyaring seluruh situs-situs di Indonesia agar tidak merusak mental generasi muda.

Ketiga, lanjut Romi, adalah tantangan serbuan ideologi transnasional seperti liberalisme, komunisme, radikalisme, yang kesemuanya mampu memiliki potensi bahaya laten menggoyang Pancasila dan NKRI ke depan.

"Nah atas itu, kita harus membekali anak-anak kita dengan kemampuan yang dibutuhkan untuk menyaring ideologi yang menyerbu Indonesia itu positif dan negatifnya apa? sekaligus bagaimana upaya persuasif untuk menangkalnya," terangnya.

Keempat, kata Romi, adalah tantangan dari globalisasi, telah membuat dunia menjadi tanpa batas mengakibatkan timbulnya kecenderungan-kecenderungan baru.

"Tidak selalu positif antara lain meningkatnya indifidualisme hingga kecenderungan semakin hilangnya sentuhan emosional dalam menghadapi persoalan," katanya.

Sedangkan tantangan kelima, yakni terkait demokrasi. Dalam hal ini, kecenderungan pemuda semakin apolitis (anti politik). Dimana, hampir seluruh survei dilakukan lembaga-lembaga menunjukkan bahwa tingkat kecenderungan apolitis dikalangan anak muda atau pemilih pemula lebih tinggi dibandingkan tingkat kecenderungan apolitis ditingkat generasi yang lebih tua.

Karenanya, ia mengimbau, harus diberikan penyadaran pada pemuda bahwa politik itu adalah memperjuangkan nilai-nilai luhur dari idealisme yang digagas masing masing partai politik atas aspirasi anggotanya.

"Sehingga yang diperlukan bukan menjadi apolitis dan menjauh dari politik dan partai politik, tapi justru proaktif dalam politik dan partai politik sehingga kita bisa mendapatkan generasi-generasi melek politik, yang sadar akan tantangan yang dihadapi bangsanya," tegasnya.

TAGS : Ketum PPP Romahurmuziy Sumpah Pemuda




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :