Kamis, 02/12/2021 17:07 WIB

Ngeri! Rusia Akan Kembangkan Sistem Persenjataan Baru

Rusia akan mengembangkan sistem senjata baru dalam menanggapi negara-negara lain yang melakukan hal yang sama merujuk pada Amerika Serikat.

Presiden Rusia Vladimir Putin (Foto: Mikhail Metzel/TASS )

Jakarta - Presiden Rusia,  Vladimir Putin mengatakan, akan mengembangkan sistem senjata baru dalam menanggapi negara-negara lain yang melakukan hal yang sama. Ia memperingatkan, jika Amerika Serikat menarik diri dari perjanjian senjata nuklir tingkat menengah, Moskow juga akan mengikutinya.

Putin mengatakan Rusia akan mematuhi perjanjian kontrol senjata era Perang Dingin yang bersejarah selama Amerika melarangnya. Ia yakin penghapusan senjata nuklir global adalah kemungkinan nyata dan Rusia menginginkannya dan berusaha untuk mencapainya. Ini adalah pernyataan yang belum pernah terdengar dari seorang pemimpin Rusia.

Namun, ia mengatakan Moskow siap mengembangkan sistem senjata baru, baik nuklir maupun non-nuklir, sebagai tanggapan terhadap negara lain melakukan hal yang sama merujuk ke Amerika Serikat, meski tak menyebutnya secara spesifik.

Berbicara di forum ahli kebijakan internasional Valxiang di Sochi, Rusia, ia mengatakan Moskow mematuhi kewajiban yang disepakati berdasarkan Perjanjian Pasukan Nuklir Tingkat Menengah 1987, yang menghapus semua rudal nuklir dan rudal jarak pendek yang jaraknya menengah dan menengah,  mulai dari 500 sampai 5.000 km (3.100 mil).

Peraturan tersebut tidak mencakup rudal yang diluncurkan dari laut. Namun, Putin berpendapat karena angkatan laut dan angkatan udara Rusia tidak memiliki kemampuan pada saat itu, pada dasarnya itu penghapusan senjata sepihak untuk mendukung keegoisan Amerika Serikat.

Rusia sejak itu mengembangkan rudal jelajah untuk kapal-kapal Navy-nya dan saat ini sedang mengembangkan senjata presisi baru, menurut Washington Post.

Selain itu,  Putin juga menyinggun masalah Korea Utara. Ia memperingatkan agar tidak menikung Korea Utara. "Entah Anda menyukai rezim Korea Utara atau tidak, apakah bagus atau tidak, Anda seharusnya tidak melupakannya, karena ia negara yang berdaulat," komentarnya.

Rusia melakukan pemungutan suara di PBB untuk sanksi Korea Utara, di antaranya minyak, makanan laut dan tekstil bulan lalu, namun juga menyerukan reformasi bertahap dari badan dunia.

Putin mengatakan mengancam untuk menggunakan kekerasan dan bersumpah akan menghancrurkan Korea Utara akan menjadi pendekatan yang salah, dan pada akhirnya akan menjadi pukulan keras pada Donald Trump.

TAGS : Rusia Amerika Serikat Rudal




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :