Minggu, 26/09/2021 22:41 WIB

Kisruh Senjata Api Resahkan Rakyat

Kisruh terkait pengadaan senjata api menimbulkan keresahan di masyarakat. Apalagi, adanya impor senjata api dan amunisi untuk Brimob yang tertahan di Bandara Soekarno Hatta.

Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan

Jakarta - Kisruh terkait pengadaan senjata api menimbulkan keresahan di masyarakat. Apalagi, adanya impor senjata api dan amunisi untuk Brimob yang tertahan di Bandara Soekarno Hatta.

Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mengatakan, DPR sangat berharap yang akan datang jangan terulang kembali. Karena hal itu menyangkut senjata api yang sangat sensitif dan menimbulkan polemik di tengah masyarkat.

"Yang pasti hal-hal demikian jangan terulang kembali. Itu menjadi hal yang meresahkan masyarakat," tegas Taufik, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (2/10).

Hal itu menanggapi pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo terkait pembelian senjata api oleh institusi di luar militer dengan mengatasnamakan Presiden Jokowi. Disusul dengan adanya pengiriman senjata api dan amunisi untuk Brimob yang tertahan di Bandara Soekarno Hatta.

Untuk itu, kata Taufik, perlu ada rapat gabungan antara Komisi I DPR, Komisi III DPR, Panglima TNI dan Kapolri dalam menyikapi isu tersebut. Menurutnya, rapat gabungan tersebut menjadi salah satu solusi menyamakan persepsi.

"Tapi, kalau ada pertemuan informal pun tidak masalah. Antara pemerintah, dengan Panglima TNI, Kapolri termasuk juga dengan DPR," tegasnya.

Kata Taufik, rapat gabungan antara DPR dengan Panglima TNI dan Kapolri sebaiknya dilakukan secara tertutup. "Karena itu tidak perlu menjadi konsumsi masyarakat yang tidak perlu karena hal demikian apapun itu tidak terjadi lagi," katanya.

Seperti diketahui, pengiriman senjata api masih tertahan di Gudang UNEX Area Kargo Bandara Soekarno Hatta. Senjata yang rencananya akan didistribusikan ke Korps Brimob Polri itu dibawa dengan menggunakan Pesawat Charter model Antonov AN-12 TB, Maskapai Ukraine Air Alliance UKL 4024.

Adapun data barang tersebut dari Arsenal Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) Kal 40 x 46mm sebanyak 280 pucuk. Dikemas dalam 28 box (10 pucuk/box), dengan berat total 2.212 kg.

Amunition Castior 40mm, 40x 46mm round RLV-HEFJ with high explosive fragmentation Jump Grenade, dikemas dalam 70 box (84 butir/box) dan 1 box (52 butir), total 5.932 butir (71 box) dengan berat 2.829 kg.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyampaikan ada institusi yang berencana mendatangkan 5000 pucuk senjata secara ilegal dengan mencatut nama Presiden Jokowi ke Indonesia, dalam acara Silaturahim Panglima TNI dengan Purnawirawan TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (22/9).

TAGS : Menkopolhukam Wiranto Panglima TNI Penyelundupan 5000 Sejata




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :