Jum'at, 14/06/2024 20:28 WIB

INTERNASIONAL

Assad Tolak Kerja Sama Keamanan dengan Barat

Bashar Assad menolak kerja sama keamanan atau membuka kembali kedutaan besar di Damaskus

Presiden Suriah Bashar Assad (Foto: Financial Tribune)

Jakarta - Presiden Suriah Bashar Assad mengecam Barat, dengan menolak kerja sama keamanan atau membuka kembali kedutaan besar di Damaskus sebelum negara-negara tersebut memutus hubungan dengan kelompok oposisi.

Komentar menantang Assad tersebut menyusul pada saat pasukannya mulai berkembang di seluruh negeri dan banyak negara berhenti memintanya untuk mengundurkan diri sebagai presiden, dilansir Financial Tribune pada Senin (21/8)

Dalam sebuah pidato di hadapan puluhan diplomat Suriah di Damaskus, Assad memuji Rusia, Iran, China dan Lebanon Hizbullah karena mendukung pemerintahannya selama perang saudara enam tahun di negaranya. Ia mengatakan Suriah akan melirik ke Timur dalam hal hubungan politik, ekonomi dan budaya.

Assad mengatakan negaranya menyambut baik kesepakatan gencatan senjata regional yang ditengahi Rusia, di mana Moskow berusaha memperluas tempat lain di Suriah untuk mengakhiri pertumpahan darah, mengakhiri pemberontakan dan pengampunan pemberontak.

”Kami memiliki ketertarikan pada keberhasilan inisiatif ini,” kata Assad

Namun, Assad mengecam zona aman terinspirasi Amerika Serikat yang Presiden Donald Trump awal tahun ini mengatakan, ia berharap dapat mencapainya dengan Rusia, dengan mengatakan, rencana semacam itu hanya akan memberi perlindungan kepada teroris.

KEYWORD :

Suriah Bashar Assad




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :