Kamis, 02/12/2021 23:03 WIB

INTERNASIONAL

Sebut Iran Teroris, Garda Revolusi Ancam Washington

Presiden Donald Trump sedang mempertimbangkan proposal yang dapat menyebabkan kelompok IRGC organisasi teroris.

Mohammad Baqeri (Foto: Financial Tribune)

Beirut - Komandan senior Garda Revolusi Iran memperingatkan Amerika Serikat, jika mereka menyebu kelompok tersebut organisasi teroris dan menerapkan sanksi baru, tindakannya dapat membahayakan pasukan AS di wilayah tersebut.

Pejabat AS mengatakan awal tahun, pemerintahan Presiden Donald Trump sedang mempertimbangkan proposal yang dapat menyebabkan kelompok tersebut berpotensi mengkategorikan Pengawal Revolusi sebagai organisasi teroris.

Pada pertengahan Juni, Senat AS memilih sanksi baru terhadap Iran mengenai program rudal balistiknya dan kegiatan lainnya yang tidak terkait dengan kesepakatan nuklir internasional yang dicapai dengan Amerika Serikat dan kekuatan dunia lainnya di tahun 2015.

"Menyamakan Garda Revolusi seperti kelompok teroris dan menerapkan sanksi serupa kepada Garda Revolusi adalah risiko besar bagi Amerika dan basis dan pasukan yang ditempatkan di wilayah tersebut," kata Kepala Staf Angkatan Bersenjata Mayor Jenderal Mohammad Baqeri, menurut Sepah News , Situs berita resmi Garda.

Ia tidak memberikan rincian tentang bentuk risiko tersebut. Pengawal Revolusi adalah kekuatan keamanan paling kuat di Iran, yang mengawasi kepemilikan ekonomi besar bernilai miliaran dolar dan memiliki pengaruh besar dalam sistem politiknya.

Baqeri mengatakan pada Senin (18/7) bahwa program rudal Iran bersifat defensif dan tidak akan ada negosiasi, menurut Sepah News. Tiga hari setelah Senat AS memberikan suara pada sanksi baru tersebut, Iran menembakkan rudal ke wilayah timur Suriah, yang menargetkan ISIS yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan di Teheran yang menewaskan 18 orang.

Pengawal Revolusi berjuang di Suriah melawan kelompok militan yang menentang Presiden Bashar al-Assad. Baqeri juga mengkritik ucapan baru-baru ini oleh Menteri Pertahanan AS James Mattis bahwa perubahan rezim akan diperlukan sebelum Amerika Serikat dapat menormalisasi hubungan dengan Iran.

"Pejabat Amerika harus berbicara sedikit lebih bijak, serius dan matang tentang negara lain, terutama negara kuat seperti Iran yang menentang semua bidang dengan kekuatan dan kebanggaan," katanya, menurut Sepah News

TAGS : Iran Amerika Serikat IRGC




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :