Minggu, 23/08/2026 02:12 WIB

Kisah Rasulullah Dikalahkan Anak Kecil dalam Lomba Lari





Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang memiliki kasih sayang besar kepada anak-anak.

Ilustrasi - lafadz Nabi Muhammad SAW (Foto: Pexels/Necati Ömer Karpuzoğlu)

Jakarta, Jurnas.com - Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang memiliki kasih sayang besar kepada anak-anak.

Di tengah kesibukannya sebagai Nabi dan pemimpin umat, beliau tetap meluangkan waktu untuk bercanda, bermain, serta memperlakukan anak-anak dengan penuh kelembutan.

Sikap tersebut menunjukkan bahwa Rasulullah SAW tidak memandang bermain bersama anak-anak sebagai sesuatu yang tidak penting. Justru, perhatian dan kegembiraan yang diberikan kepada mereka menjadi salah satu bentuk kasih sayang yang patut diteladani.

Salah satu kisah yang masyhur adalah perlombaan lari Rasulullah SAW bersama Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha. Dalam sebuah hadis, Aisyah menceritakan:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، أَنَّهَا كَانَتْ مَعَ النَّبِيِّ ﷺ فِي سَفَرٍ، قَالَتْ: فَسَابَقْتُهُ فَسَبَقْتُهُ عَلَى رِجْلَيَّ، فَلَمَّا حَمَلْتُ اللَّحْمَ سَابَقْتُهُ فَسَبَقَنِي، فَقَالَ: هَذِهِ بِتِلْكَ

Artinya: “Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, ‘Aku pernah bepergian bersama Nabi Muhammad SAW. Aku berlomba lari dengan beliau dan aku berhasil mengalahkannya. Kemudian ketika tubuhku bertambah berat, kami kembali berlomba dan beliau mengalahkanku. Beliau kemudian bersabda, “Ini sebagai balasan atas kemenanganmu yang dahulu.” (HR. Abu Dawud)

Riwayat tersebut menggambarkan sisi kehidupan Rasulullah SAW yang penuh keakraban.

Beliau dapat bercanda dan melakukan aktivitas sederhana bersama istrinya tanpa menghilangkan wibawa sebagai seorang Nabi.

Selain kisah perlombaan bersama Aisyah, terdapat pula sejumlah riwayat yang menggambarkan kedekatan Rasulullah SAW dengan anak-anak.

Beliau menyapa mereka, bercanda dengan mereka, bahkan menunjukkan perhatian secara langsung kepada mereka.

Salah satu hadis yang menunjukkan besarnya kasih sayang Rasulullah SAW kepada anak-anak adalah ketika beliau mencium cucunya, Hasan bin Ali radhiyallahu ‘anhuma. Al-Aqra’ bin Habis melihat hal tersebut dan mengatakan bahwa dirinya memiliki sepuluh anak, tetapi belum pernah mencium salah seorang dari mereka.

Rasulullah SAW kemudian bersabda:

مَنْ لَا يَرْحَمْ لَا يُرْحَمْ

Artinya: “Barang siapa tidak menyayangi, maka ia tidak akan disayangi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini memperlihatkan bahwa kasih sayang kepada anak bukan sekadar bentuk kelembutan, tetapi juga merupakan akhlak yang sangat ditekankan dalam Islam.

Rasulullah SAW juga memberikan teladan dalam memperlakukan anak-anak dengan penuh perhatian. Beliau tidak menjadikan kedudukannya sebagai Nabi dan pemimpin umat sebagai alasan untuk menjaga jarak dengan mereka.

Sebaliknya, beliau justru menunjukkan kehangatan sehingga anak-anak merasa dekat dan dihargai.

Dari keteladanan tersebut, orang tua dan orang dewasa dapat belajar bahwa kebersamaan dengan anak memiliki nilai yang besar. Bermain, bercanda, mendengarkan cerita, ataupun sekadar memberikan perhatian dapat menjadi sarana untuk membangun kedekatan emosional dengan mereka.

Kisah perlombaan Rasulullah SAW bersama Aisyah juga mengajarkan bahwa kemenangan bukanlah tujuan utama dalam sebuah permainan. Ada nilai kebersamaan, kasih sayang, dan kegembiraan yang jauh lebih penting.

Karena itu, meneladani Rasulullah SAW tidak hanya dilakukan melalui ibadah, tetapi juga melalui cara memperlakukan orang-orang di sekitar, termasuk anak-anak.

Kelembutan, perhatian, dan kasih sayang yang beliau tunjukkan menjadi contoh bagaimana membangun hubungan yang hangat dengan generasi muda.

KEYWORD :

Info Keislaman Nabi Muhammad Anak Kecil Lomba Lari




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :