Pelatih tim nasional Amerika Serikat, Mauricio Pochettino (Foto: Sports Mole)
New York, Jurnas.com - Manajer tim nasional Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, memicu kontroversi besar dan memancing amarah para pendukung Major League Soccer (MLS), setelah secara terbuka mengkritik sistem kompetisi sepak bola di negara tersebut.
Mantan pelatih Tottenham, PSG, dan Chelsea ini menilai bahwa ketiadaan sistem promosi dan degradasi dalam struktur MLS menjadi faktor utama yang menghambat pertumbuhan dan daya juang sepak bola di Amerika Serikat.
Pochettino menyampaikan pandangan kritisnya tersebut dalam sebuah wawancara terbaru bersama media El Pais, tepat beberapa hari setelah ia sukses membawa anak asuhnya memetik kemenangan meyakinkan 4-1 atas Paraguay di laga pembuka Piala Dunia 2026.
Menurutnya, format liga yang menutup peluang bagi sebuah klub untuk turun kasta membuat iklim kompetisi menjadi tidak sehat dan menghilangkan urgensi untuk berjuang habis-habisan di atas lapangan.
"Jika Anda memulai musim di MLS dan Anda tidak memenangkan satu pertandingan pun dalam tiga bulan lalu berada di dasar klasemen, apa konsekuensinya jika tidak ada promosi atau degradasi, tidak ada kompetisi internasional? Olahraga Amerika menghargai pecundang!" kata Pochettino dikutip dari talkSPORT pada Rabu (17/6).
"Namun sepak bola itu berbeda. Jika Anda memberi penghargaan kepada mereka yang tidak menang, jika Anda tidak memiliki tujuan, Anda tidak akan berjuang. Jika saya kalah, apa yang terjadi? Tidak ada. Mereka hanya memecat pelatihnya," dia menambahkan.
Pernyataan keras pelatih asal Argentina tersebut langsung memantik perdebatan panas di kalangan pencinta sepak bola lokal. Sebagian fans sepakat dengan kritiknya terkait sistem draft pemain, namun sebagian lain mendesaknya untuk fokus melatih tim nasional ketimbang mencampuri urusan liga.
Mauricio Pochettino Tepis Rumor Kembali ke Spurs
Terlebih, MLS yang kini dihuni megabintang dunia sekelas Lionel Messi di Inter Miami, secara global masih tertahan di peringkat ke-15 dunia dan belum mampu menandingi popularitas serta kualitas kompetisi elite Eropa seperti Liga Premier Inggris, La Liga, hingga Serie A.
Di luar kritiknya terhadap sistem liga, Pochettino terus mendorong para pemain tim nasional AS untuk mengubah pola pikir dan menumbuhkan mentalitas petarung selama gelaran Piala Dunia 2026 berlangsung.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Mauricio Pochettino MLS Liga Pecundang Timnas AS

























