Ibadah haji di Makkah, Arab Saudi (Foto: Dok. Ditjen PHU)
Jeddah, Jurnas.com - Direktorat Keamanan Publik Arab Saudi mengumumkan bahwa aturan baru terkait izin masuk ke Makkah bagi para penduduk resmi mulai diberlakukan pada Senin (13/4).
Ketentuan ini berlaku bagi penduduk yang tidak memiliki izin bekerja di kawasan situs suci, kartu identitas penduduk yang diterbitkan Makkah, atau izin haji, menurut laporan kantor berita Saudi Press Agency (SPA).
Direktorat Jenderal Paspor meluncurkan sistem aplikasi elektronik untuk izin masuk Makkah bagi pekerja penduduk selama musim haji. Permohonan dapat diajukan melalui platform Absher dan Muqeem lewat layanan "Izin Masuk Makkah", tanpa perlu mengunjungi kantor paspor secara langsung.
Platform Absher Individuals diperuntukkan bagi warga negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), pemegang Residensi Premium, investor, ibu dari warga negara Saudi, pekerja rumah tangga, dan anggota keluarga non-Saudi.
Adapun portal Muqeem melayani karyawan perusahaan yang berdomisili di Makkah serta mereka yang dikontrak selama musim haji.
Kementerian Dalam Negeri juga mengumumkan sejumlah langkah untuk memastikan keselamatan jamaah dan kelancaran pelaksanaan ibadah haji.
Batas waktu bagi pemegang visa umrah untuk meninggalkan Arab Saudi adalah Sabtu, 18 April. Izin umrah melalui platform Nusuk akan ditangguhkan mulai 18 April hingga 31 Mei bagi warga negara, warga GCC, penduduk resmi, maupun pemegang visa lainnya.
Seluruh pemegang visa dilarang memasuki atau menetap di Makkah mulai 18 April, kecuali mereka yang memiliki visa haji. Siapapun yang melanggar ketentuan ini akan menghadapi sanksi hukum.
Sementara itu, dalam rangka mempersiapkan musim haji, Pusat Transportasi Umum yang berada di bawah Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah dan Situs Suci menggelar simulasi virtual sistem transportasi di kawasan situs suci, berkoordinasi dengan lebih dari 24 entitas terkait.
Simulasi tersebut menskenariokan pergerakan jamaah antara Makkah dan situs-situs suci menggunakan 3.000 bus dalam lima fase operasional melalui 15 rute utama, untuk menguji kelancaran arus massa dan manajemen lalu lintas. Latihan ini memodelkan transportasi lebih dari 1,2 juta jamaah virtual melalui lebih dari 75.000 perjalanan, dengan keterlibatan lebih dari 20.500 personel dan 74 perusahaan transportasi.
Simulasi juga mencakup implementasi lapangan yang dimulai dari tahap kesiapan, dilanjutkan pergerakan ke Arafah, kemudian Muzdalifah, dan berakhir di Mina, guna menguji kinerja sistem dalam berbagai kondisi.
Latihan ini mencerminkan koordinasi erat antara berbagai lembaga yang terlibat dan menegaskan kemampuan sistem dalam menangani kepadatan massa yang tinggi, menyempurnakan prosedur, serta memastikan mobilitas jamaah yang lebih lancar.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Aturan Masuk Makkah Arab Saudi Ibadah Haji























