Peta yang menunjukkan Selat Hormuz terlihat dalam ilustrasi ini yang diambil pada tanggal 22 Juni 2025. REUTERS
Ankara, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menyuarakan kekhawatiran atas kemungkinan Iran atau Amerika Serikat mengusulkan regulasi baru terkait lalu lintas di Selat Hormuz.
Dia menyebut adanya sejumlah kesulitan dalam usulan pembukaan kembali jalur perairan itu dengan kehadiran pasukan internasional, sebagaimana dikutip dari Reuters pada Senin (13/4).
Fidan yang berhubungan erat dengan AS, Iran, dan Pakistan menyatakan bahwa Selat Hormuz seharusnya dibuka melalui jalur diplomasi, setelah perundingan AS-Iran akhir pekan lalu gagal menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri perang.
Para perunding harus menggunakan "metode yang meyakinkan" dalam perundingan dengan Iran, dan Hormuz harus dibuka sesegera mungkin. Dia menambahkan bahwa tidak ada yang menginginkan selat itu menjadi bagian dari medan perang.
"Ada banyak kesulitan untuk mengintervensi dengan pasukan bersenjata internasional di sini. Apalagi selama perang masih berlangsung, seberapa jauh ini akan menyempit atau meluas? Kami melihat banyak negara tidak antusias dengan hal ini," kata Fidan kepada Anadolu Agency.
Dia menambahkan bahwa permasalahannya ialah wacana usulan regulasi baru dari Iran, yang bisa saja memilih untuk bersikap lebih aktif di selat tersebut.
Sebagai balasan atas serangan AS-Israel, Iran secara efektif menutup Selat Hormuz—jalur yang dilalui sekitar seperlima pasokan energi global, sehingga mendorong harga energi melonjak tajam.
Mulai Senin, militer AS juga akan memberlakukan blokade terhadap seluruh lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan serta wilayah pesisir Iran. Washington telah berupaya meminta bantuan para sekutunya untuk membuka kembali selat tersebut, namun belum ada yang menyatakan minat.
Fidan menilai AS dan Iran tulus dalam perundingan gencatan senjata, namun mengingatkan bahwa keduanya bisa menghadapi masalah jika mendekati isu pengayaan nuklir Iran dari sudut pandang "semua atau tidak sama sekali".
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Blokade Selat Hormuz Konflik Timur Tengah Perang AS vs Iran

























