Senin, 13/04/2026 21:24 WIB

AS Ikut Blokade Selat Hormuz, Trump Tak Peduli Negosiasi Lagi





Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan tidak peduli Iran akan kembali ke meja perundingan atau tidak

Ilustrasi pengiriman minyak melalui Selat Hormuz (Foto: Resuter)

Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan tidak peduli Iran akan kembali ke meja perundingan atau tidak, setelah pembicaraan akhir pekan di Pakistan gagal menghasilkan kesepakatan.

"Saya tidak peduli apakah mereka kembali atau tidak. Jika mereka tidak kembali, saya tidak masalah," kata Trump kepada para wartawan di Pangkalan Udara Joint Base Andrews, Maryland, setibanya dari Florida pada Senin (13/4).

Situasi di Selat Hormuz kini semakin tegang. Data pelayaran menunjukkan kapal-kapal tanker mulai menghindari selat tersebut menjelang blokade AS yang dijadwalkan dimulai Senin ini, menyusul gagalnya perundingan damai AS-Iran akhir pekan lalu.

Trump pada Minggu mengumumkan bahwa Angkatan Laut AS akan mulai memblokade Selat Hormuz, meningkatkan eskalasi setelah perundingan maraton dengan Iran gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang dan mengancam keberlangsungan gencatan senjata dua pekan yang masih rapuh.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa pasukan AS akan mulai memberlakukan blokade terhadap seluruh lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan-pelabuhan Iran pada pukul 10.00 waktu setempat (14.00 GMT) Senin ini.

"Blokade akan diberlakukan secara tidak memihak terhadap kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan wilayah pesisir Iran, termasuk seluruh pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman," demikian pernyataan CENTCOM di platform X.

CENTCOM menegaskan pasukan AS tidak akan menghalangi kebebasan navigasi bagi kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz menuju atau dari pelabuhan non-Iran, dan informasi tambahan akan diberikan kepada para pelaut komersial melalui pemberitahuan resmi sebelum blokade dimulai.

Pasukan Garda Revolusi Iran merespons dengan menyatakan bahwa setiap kapal militer yang mencoba mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata dan akan dihadapi dengan tegas dan decisif.

Data dari LSEG dan Kpler menunjukkan dua tanker berbendera Pakistan, Shalamar dan Khairpur, telah memasuki kawasan Teluk pada Minggu. Shalamar sedang menuju Uni Emirat Arab untuk memuat minyak mentah Das, sementara Khairpur menuju Kuwait untuk mengangkut produk olahan. Pakistan National Shipping selaku pengelola Shalamar tidak segera merespons permintaan komentar di luar jam kerja.

Sementara itu, VLCC berbendera Liberia, Mombasa B, yang juga sempat melintas di selat itu pada Minggu, kini berlayar tanpa muatan di kawasan Teluk. Adapun VLCC berbendera Malta, Agios Fanourios I, yang mencoba memasuki Teluk pada Minggu untuk memuat minyak mentah Basra Irak menuju Vietnam, berbalik arah dan kini berlabuh di dekat Teluk Oman sambil menunggu untuk kemudian menuju Irak.

Eastern Mediterranean Maritime selaku pengelola Agios Fanourios I dan CMB.TECH NV selaku manajer Mombasa B tidak merespons permintaan komentar di luar jam kerja.

Di tengah kebuntuan ini, tiga supertanker bermuatan penuh minyak sebelumnya berhasil melintas di Selat Hormuz pada Sabtu, dan tampaknya menjadi kapal-kapal pertama yang berhasil keluar dari kawasan Teluk sejak gencatan senjata disepakati pekan lalu.

KEYWORD :

Perang AS vs Iran Blokade Selat Hormuz Donald Trump




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :