Senin, 13/04/2026 21:11 WIB

Abaikan Ancaman Trump, Paus Leo: Saya Tidak Takut!





Pemimpin Spiritual Kateolik, Paus Leo XIV, merespons serangan tajam Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (13/4).

Paus Leo XIV memberi isyarat selama audiensi dengan perwakilan media, di aula Paul-VI di Vatikan, pada 12 Mei 2025. (FOTO: GETTY IMAGE)

Vatican City, Jurnas.com - Pemimpin Spiritual Kateolik, Paus Leo XIV, merespons serangan tajam Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (13/4).

Dia menekankan bahwa seruan Vatikan untuk perdamaian dan rekonsiliasi berakar pada Injil. Karena itu, pemimpin Katolik pertama asal AS itu tidak gentar menghadapi pemerintahan Trump.

"Menyamakan pesan saya dengan apa yang telah dilakukan presiden, menurut saya mencerminkan ketidakpahaman tentang apa itu pesan Injil," kata Leo dikutip dari Associated Press di atas pesawat kepausan dalam perjalanan menuju Aljazair.

"Dan saya menyesalkan hal itu, namun saya akan terus menjalankan apa yang saya yakini sebagai misi gereja di dunia saat ini," dia menambahkan.

Paus Leo mengatakan bahwa seruannya untuk perdamaian dan kritiknya terhadap delusi kemahakuasaan yang menurutnya mendorong perang Iran dan konflik-konflik lain di dunia, bukan merupakan serangan langsung terhadap Trump atau siapapun.

"Saya tidak akan masuk ke dalam perdebatan. Hal-hal yang saya sampaikan sama sekali tidak dimaksudkan sebagai serangan terhadap siapapun. Pesan Injil sangat jelas: `Berbahagialah orang yang membawa damai`," kata Leo.

"Saya tidak akan menghindari menyampaikan pesan Injil dan mengajak semua orang untuk mencari cara membangun jembatan perdamaian dan rekonsiliasi, serta mencari cara untuk menghindari perang kapanpun itu memungkinkan. Saya tidak takut pada pemerintahan Trump," ujar dia.

Pernyataan Leo merupakan respons atas serangan luar biasa Trump yang disampaikan Minggu malam. Trump menyebut pemimpin umat Katolik sedunia itu tidak melakukan pekerjaan yang baik, dan dicap sebagai sosok liberal. Dia juga menyarankan sang Paus untuk berhenti melayani kaum Kiri Radikal.

Dalam perjalanan kembali ke Washington dari Florida, Trump melancarkan kritik panjang terhadap Leo melalui media sosial, dan melanjutkannya bahkan setelah turun dari pesawat di hadapan para wartawan.

"Saya bukan penggemar Paus Leo. Paus Leo LEMAH dalam urusan Kejahatan, dan buruk dalam Kebijakan Luar Negeri," tulis Trump dalam unggahannya.

KEYWORD :

Paus Leo XIV Paus vs Trump Donald Trump Perang AS vs Iran




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :