Bulan Purnama Salju atau Snow Moon (Foto: Via Space)
Jakarta, Jurnas.com - Bulan sering dianggap sebagai objek langit yang “universal” yang terlihat sama oleh semua orang di Bumi. Namun, penelitian astronomi menunjukkan hal yang berbeda bahwa tampilan bulan ternyata bisa berubah tergantung dari mana Anda melihatnya.
Dikutip dari Live Science, para ilmuwan menjelaskan bahwa perbedaan ini terjadi karena faktor perspektif dan posisi pengamat di Bumi. Menurut ilmuwan dari Planetary Science Institute, cara kita melihat bulan sepenuhnya bergantung pada sudut pandang.
Sebagai contoh, jika Anda melihat bulan dari Kutub Utara, kawah Tycho—salah satu fitur paling ikonik di bulan—akan tampak berada di bagian bawah. Namun, jika dilihat dari Kutub Selatan, posisinya justru terlihat di bagian atas.
Perbedaan ini juga terjadi di wilayah lain. Di belahan Bumi utara, pola “wajah manusia” di bulan terlihat tegak. Sementara di belahan selatan, bentuk yang sama bisa tampak seperti kelinci yang “terbalik”.
Kenapa bisa begitu? Fenomena ini terjadi karena perbedaan posisi lintang di Bumi. Orang yang berada di lokasi berbeda akan melihat bulan dari sudut yang berbeda pula.
Meski begitu, semua orang di Bumi sebenarnya melihat sisi bulan yang sama. Hal ini karena adanya fenomena synchronous rotation, di mana bulan berputar pada porosnya dalam waktu yang sama saat mengelilingi Bumi.
Perbedaan tidak hanya terjadi pada orientasi, tetapi juga pada fase bulan. Di belahan Bumi utara, bulan sabit biasanya tampak “tumbuh” dari kanan ke kiri. Sebaliknya, di belahan selatan, pertumbuhan bulan terjadi dari kiri ke kanan.
Di wilayah sekitar khatulistiwa, fenomenanya bahkan lebih unik. Bulan sabit sering terlihat seperti “perahu” karena orientasinya yang lebih horizontal.
Menurut pengamatan dari Lunar and Planetary Institute, perubahan ini dipengaruhi oleh posisi relatif antara Bumi, bulan, dan matahari terhadap horizon lokal.
Fenomena menarik lainnya terjadi saat bulan bergerak dari terbit hingga terbenam.
Di wilayah khatulistiwa, bulan bisa tampak seperti berputar hingga 180 derajat dalam satu malam. Namun sebenarnya, bukan bulan yang berputar—melainkan posisi pengamat yang berubah saat mengikuti pergerakan bulan di langit.Semakin jauh dari khatulistiwa menuju kutub, efek “perputaran” ini akan semakin kecil.
Fenomena ini juga berlaku pada objek langit lain, seperti planet Jupiter, yang bisa tampak berbeda tergantung lokasi pengamatan di Bumi.
Dengan demikian, bulan memang tidak selalu terlihat sama dari setiap tempat di dunia. Perbedaan lokasi, sudut pandang, dan posisi geografis membuat pengalaman mengamati bulan menjadi unik di setiap wilayah.
Jadi, saat Anda bepergian ke tempat baru, jangan lupa menengok ke langit. Bisa jadi, bulan yang Anda lihat akan terasa berbeda dari biasanya. (*)
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Bulan di Langit Bentuk Bulan Sudut Pandang Melihat Bulan Belahan Bumi
























