Sabtu, 11/04/2026 14:22 WIB

PBB Sebut Kapasitas Penampungan Pengungsi di Lebanon Lampaui Batas





Badan Pengungsi PBB (UNHCR) menyatakan bahwa tempat-tempat penampungan bagi warga yang mengungsi di Lebanon sangat penuh sesak.

Dua anak Mohammad al-Badran, seorang pengungsi Suriah dari pinggiran selatan Beirut, di dalam tenda mereka, di sebuah kamp sementara untuk para pengungsi, di Beirut, Lebanon, pada 1 April 2026 (Foto: Raghed Waked/Reuters)

Jakarta, Jurnas.com - Badan Pengungsi PBB (UNHCR) menyatakan bahwa tempat-tempat penampungan bagi warga yang mengungsi di Lebanon sangat penuh sesak.

Saat ini, kata UNHCR, hampir setengah dari sekolah negeri di negara tersebut kini berfungsi sebagai pusat penerimaan pengungsi

"Kebutuhan di Lebanon melebihi kapasitas yang tersedia," kata juru bicara PBB Stephane Dujarric kepada wartawan pada Jumat (11/4).

Menurut data UNHCR, hingga 1,2 juta orang terpaksa melarikan diri dari rumah mereka di Lebanon akibat serangan Israel, dengan sekitar 140.000 di antaranya berlindung di 680 titik penampungan.

Sekitar 250.000 orang telah menyeberang ke Suriah, termasuk warga Suriah yang sebelumnya melarikan diri ke Lebanon selama perang Suriah, serta sekitar “39.000 warga Lebanon yang mencari perlindungan di Suriah”, kata Dujarric mengutip angka dari UNHCR.

Militer Israel telah mengeluarkan perintah pengungsian paksa untuk wilayah Lebanon selatan hingga Sungai Zahrani, sekitar 40 km (25 mil) di utara perbatasan Israel-Lebanon, serta sebagian besar wilayah ibu kota, Beirut.

Diketahui, meski Iran dan Amerika Serikat sepakat untuk gencatan senjata, Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan gencatan senjata selama dua minggu tersebut tidak akan berlaku untuk Lebanon.

KEYWORD :

PBB UNHCR Pengungsi Lebanon Lebanon Israel Kamp Pengungsian




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :