Jum'at, 10/04/2026 23:25 WIB

Perkuat Pendidikan Anak Usia Dini, Kemendikdasmen Luncurkan Roadmap PAUD





Kemendikdasmen dan ASEAN, serta SEAMEO secara resmi meluncurkan ASEAN-SEAMEO Joint Roadmap on Early Childhood Care and Education (ECCE) in Southeast Asia.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu`ti (Foto: Humas Kemdikdasmen)

Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) dan Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) secara resmi meluncurkan ASEAN-SEAMEO Joint Roadmap on Early Childhood Care and Education (ECCE) in Southeast Asia periode 2026–2030 di Jakarta.

Peluncuran ini menjadi komitmen kolektif sebelas negara di kawasan untuk memastikan setiap anak memperoleh akses pendidikan berkualitas sejak usia dini sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia yang tangguh.
 
“Penyusunan dokumen ini mencerminkan visi bersama dan tanggung jawab kolektif kita untuk memajukan pendidikan dan pengasuhan anak usia dini di kawasan,” ujar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, di Jakarta, pada Kamis (9/4).
 
Mendikdasmen menjelaskan bahwa Deklarasi ASEAN tentang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yang disusun di Jakarta pada tahun 2023, menjadi tonggak penting dalam memperkuat komitmen regional untuk memperluas akses, meningkatkan partisipasi, serta mendorong layanan anak usia dini yang terintegrasi dengan kesehatan, gizi, dan perlindungan anak.
 
“Berdasarkan komitmen bersama tersebut, pengembangan Joint Roadmap ini merupakan langkah konkret untuk menerjemahkan aspirasi kita ke dalam aksi yang terkoordinasi dan terukur,” jelasnya.
 
Joint Roadmap ini berfungsi sebagai instrumen strategis untuk memandu upaya pengembangan PAUD di kawasan Asia Tenggara.

Dokumen ini berfokus pada tujuh prioritas utama, yaitu perluasan akses yang berkeadilan; peningkatan kualitas program dan pengalaman belajar; penguatan pendidik dan tenaga kependidikan PAUD; peningkatan tata kelola serta kolaborasi lintas sektor; pemberdayaan keluarga dan masyarakat; pemanfaatan inovasi digital; serta pembiayaan yang berkelanjutan.
 
Prioritas-prioritas tersebut selaras dengan upaya nasional di berbagai negara, termasuk Indonesia, dalam memperkuat layanan PAUD, khususnya dalam memperluas akses bagi anak-anak di wilayah tertinggal dan rentan, serta mendorong layanan yang terintegrasi antara pendidikan, kesehatan, gizi, dan perlindungan anak.
 
Melalui peluncuran ini, negara-negara anggota diharapkan tidak hanya menjadikan Joint Roadmap ini sebagai dokumen formal, tetapi juga sebagai rujukan utama dalam perencanaan dan pelaksanaan program PAUD.
 
“Melalui momentum ini, kami mengajak seluruh negara anggota untuk memperkuat pemahaman bersama dan mempertegas langkah kolektif dalam memajukan PAUD di kawasan Asia Tenggara,” tambah Mendikdasmen.
 
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto, menegaskan bahwa Joint Roadmap ini merupakan dokumen teknis dan strategis yang mendukung implementasi Deklarasi ASEAN tentang PAUD.

Menurutnya, ini adalah langkah bersama untuk memastikan bahwa setiap anak di Asia Tenggara mendapatkan akses terhadap layanan pendidikan anak usia dini yang berkualitas, setara, inklusif, dan holistik.
 
“Peluncuran ini mempertemukan para pemimpin dan mitra yang memiliki visi yang sama, yaitu memberikan awal kehidupan terbaik bagi setiap anak di kawasan Asia Tenggara,” ungkap Dirjen Gogot.
 
Sementara itu, Director of SEAMEO Secretariat, Datuk Dr. Habibah Abdul Rahim, menekankan bahwa PAUD bukan sekadar investasi pilihan, melainkan fondasi utama dalam membangun sistem pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan.
 
Ia menyampaikan bahwa akses terhadap layanan PAUD yang berkualitas sangat penting untuk meningkatkan hasil belajar, mengurangi kesenjangan, serta memperkuat kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang.

“Jika kita serius meningkatkan hasil pembelajaran, maka kita harus berinvestasi pada usia dini,” ujarnya.
 
Menurutnya, inti dari Joint Roadmap ini adalah anak-anak. Mereka berhak mendapatkan awal kehidupan yang kuat, kesempatan yang setara, serta dukungan untuk mencapai potensi terbaik mereka.

Keberhasilan implementasi roadmap ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga membentuk masa depan Asia Tenggara.
 
Joint Roadmap merupakan hasil kerja kolektif antara Kemendikdasmen, ASEAN dan SEAMEO Secretariat, SEAMEO CECCEP, dan mitra-mitra pembangunan dalam maupun luar negeri seperti Tanoto Foundation, UNESCO, ARNEC, UNICEF EAPRO, UNICEF Jakarta, Koalisi PAUD HI, dan pihak-pihak lainnya.

Dengan diluncurkannya Joint Roadmap ini, negara-negara di Asia Tenggara kini memiliki arah strategis yang sama dalam mengembangkan layanan pendidikan anak usia dini hingga tahun 2030, sebagai bagian dari upaya bersama dalam menyiapkan generasi masa depan yang unggul dan berdaya saing global.

KEYWORD :

Mendikdasmen Abdul Mu`ti Pendidikan Paud Asia Tenggara




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :