Jum'at, 10/04/2026 11:39 WIB

Menko PM Ajak Alumni UT Ikut Songsong Hilirisasi dan Tanggulangi Kemiskinan





Menurut Muhaimin, hilirisasi tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan industri, tetapi juga harus terhubung dengan pemberdayaan masyarakat di akar rumput

Penandatangaan nota kesepahaman (MoU) tentang pemberdayaan masyarakat antara Kemenko PM dan Ikatan Alumni UT (Foto: Ist)

Bogor, Jurnas.com - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), A. Muhaimin Iskandar mengajak alumni Universitas Terbuka (UT) untuk terlibat aktif dalam menyongsong program hilirisasi industri sebagai bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat.

Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan dampak ekonomi langsung sekaligus menekan angka kemiskinan.

Menurut Muhaimin, hilirisasi tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan industri, tetapi juga harus terhubung dengan pemberdayaan masyarakat di tingkat akar rumput. Dengan demikian, nilai tambah ekonomi bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

"Saya mengajak seluruh alumni universitas terbuka untuk bersama-sama menyongsong hilirisasi industri dan produk-produk sumberdaya alam kita benar-benar menjadi bagian dari transformasi yang sesungguhnya," kata Muhaimin usai menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kemenko PM dan IKA UT di Bogor, Kamis (9/4/2026).

"Dimana kemajuan industri, kemajuan ekonomi sekaligus berseiringan dengan pemberdayaan masyarakat kita. Masyarakat harus terus bertransformasi dan berdaya agar terus menjadi pelaku pembangunan yang produktif," ujarnya lagi.

Ajakan tersebut disampaikan Menko PM Muhaimin sebagai langkah konkret agar kekuatan intelektual dan sosial alumni UT tidak berhenti pada jejaring, tetapi lebih berdampak langsung ke masyarakat.

Menurutnya, jumlah alumni UT yang mencapai jutaan dengan latar belakang profesi beragam merupakan potensi besar yang perlu lebih digerakkan. Karena itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi terstruktur agar kontribusi alumni bisa menjadi bagian dari solusi pembangunan nasional.

“Saya yakin ini potensi yang harus digerakkan secara serius,” ujarnya. Ia menilai, keterlibatan aktif alumni akan mempercepat proses transformasi sosial dan ekonomi di berbagai daerah di Indonesia.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat harus menjadi inti dari setiap program pembangunan. Tanpa keterlibatan masyarakat sebagai subjek, menurutnya, kebijakan tidak akan menghasilkan dampak yang berkelanjutan, termasuk dalam menanggulangi kemiskinan.

“Semua yang kita lakukan dalam pemberdayaan ini tentu saja sebagai wujud dari upaya kita mengakhiri problem kemiskinan. Sehingga kita menciptakan manusia yang produktif, membangun lapangan kerja, serta yang paling penting adalah penciptaan peluang usaha bagi seluruh rakyat kita,” kata Muhaimin.

Dalam konteks itu, Muhaimin juga mendorong alumni untuk terlibat dalam pengembangan sektor ekonomi. Termasuk, selain hilirisasi industri, yang juga dinilai cukup penting ialah penguatan UMKM. Ia menyebut, kemajuan ekonomi harus berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas masyarakat.

“Alumni Universitas Terbuka harus menjadi bagian dari transformasi yang sesungguhnya,” kata Menko PM Muhaimin.

Ia menekankan bahwa pembangunan tidak boleh hanya bertumpu pada pertumbuhan, tetapi juga pada pemerataan dan pemberdayaan.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa tantangan kemiskinan masih membutuhkan pendekatan kolaboratif lintas sektor. Pemerintah, akademisi, dan dunia usaha harus bergerak bersama agar target pengurangan kemiskinan dapat tercapai secara signifikan.

Terkait penandatanganan MoU dengan Alumni UT, Menko PM Muhaimin pun mengingatkan pentingnya tindak lanjut dari kerja sama yang telah dibangun. Ia berharap peran alumni UT tidak berhenti pada komitmen, tetapi berlanjut menjadi aksi nyata di tengah masyarakat.

“Ini harus di-follow up dengan sungguh-sungguh untuk menjadi bagian integral bagi pemberdayaan masyarakat kita,” ujarnya.

 
KEYWORD :

Menko PM A. Muhaimin Iskandar Alumni UT Hilirisasi Industri Penganggulangan Kemiskinan




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :