Drone Shahid Iran (Foto: Bloomberg)
Kuwait City, Jurnas.com - Kuwait mengutuk keras serangan pesawat tak berawak yang diklaim dilakukan Iran dan kelompok-kelompok proksinya terhadap sejumlah fasilitas vital di negara itu pada Kamis (9/4) malam.
Kementerian Luar Negeri Kuwait menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran nyata atas kedaulatan dan wilayah udaranya, sebagaimana dikutip dari Reuters pada Jumat (10/4).
Sebelumnya, kantor berita negara Kuwait melaporkan bahwa sebuah lokasi milik Garda Nasional menjadi sasaran serangan drone, menimbulkan kerusakan material yang signifikan meski tidak ada korban jiwa maupun luka.
Garda Revolusi Iran membantah tudingan tersebut. Melalui media pemerintah, Teheran menegaskan tidak melancarkan serangan apapun terhadap negara-negara Teluk selama periode gencatan senjata, dan menyatakan bahwa jika Iran memang melakukan serangan, hal itu akan diumumkan secara terbuka melalui pernyataan resmi.
Kuwait menilai serangan ini mengancam keberlangsungan gencatan senjata yang baru saja disepakati antara Amerika Serikat dan Iran, dan menegaskan haknya untuk mengambil segala langkah yang diperlukan demi melindungi kedaulatan serta stabilitas nasionalnya.
Serangan Iran terhadap Kuwait sebenarnya sudah berlangsung sejak meletusnya perang pada 28 Februari 2026. Sejak hari pertama konflik, Iran melancarkan serangkaian serangan balasan terhadap target-target Amerika dan Kuwait, termasuk menghantam Bandara Internasional Kuwait dan Pangkalan Udara Ali Al Salem.
Dalam serangan berikutnya, drone Iran menghantam kompleks kementerian pemerintah di Kuwait City, menyebabkan kerusakan properti besar meski tanpa korban jiwa. Kuwait Petroleum Corporation juga melaporkan kebakaran di kompleks sektor minyak Shuwaikh akibat serangan drone.
Infrastruktur vital Kuwait turut menjadi sasaran berulang kali. Sistem radar di Bandara Internasional Kuwait mengalami kerusakan signifikan akibat drone, sementara tangki bahan bakar di bandara tersebut sempat terbakar.
Dua pembangkit listrik dan pabrik desalinasi air juga dihantam, menyebabkan sejumlah unit pembangkit berhenti beroperasi. Seorang anak dilaporkan tewas setelah puing-puing drone jatuh di kawasan permukiman, sementara Kuwait juga mencatat korban warga negara asing akibat serangan-serangan tersebut.
Insiden ini bukan yang pertama dialami negara-negara Teluk sejak meletusnya perang AS-Israel melawan Iran. Berbagai laporan mengenai serangan rudal dan drone, serta meningkatnya risiko keamanan di kawasan, terus berdatangan seiring konflik yang masih berlangsung. Gencatan senjata yang diumumkan pekan ini pun dinilai masih sangat rapuh.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Perang AS vs Iran Iran Serang Kuwait Konflik Timur Tengah


























