Kamis, 09/04/2026 11:31 WIB

Komisi V Usul Sistem Transportasi Terpadu di Bali





Perkembangan pariwisata dan pembangunan di Bali perlu ditopang dengan perencanaan yang matang, terutama dalam hal penataan transportasi.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae

Jakarta, Jurnas.com - Perkembangan pariwisata dan pembangunan di Bali perlu ditopang dengan perencanaan yang matang, terutama dalam hal penataan transportasi. Tanpa perencanaan yang terintegrasi, kepadatan di berbagai wilayah Bali dikhawatirkan akan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, wisatawan, serta aktivitas ekonomi di pulau tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua DPR RI, Ridwan Bae dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Menteri PU, Menteri Perhubungan, dan Gubernur Bali. Ia menilai hingga saat ini, Bali belum memiliki master plan komprehensif yang mampu membaca perkembangan jangka panjang pulau tersebut. Padahal, Bali merupakan salah satu destinasi pariwisata utama Indonesia yang pertumbuhannya sangat pesat dari tahun ke tahun.

“Setiap tahun kita mengamati soal Bali ini, dia berkembang justru sangat mengecewakan kita. Karena apa? Tidak ada satu progres atau master plan yang membaca tentang kemungkinan bagaimana perkembangan yang ada,” ujar Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Menteri PU, Menteri Perhubungan, dan Gubernur Bali di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Rabu (5/4).

Legislator dari Fraksi Partai Golkar ini menjelaskan bahwa kondisi Bali beberapa dekade lalu sangat berbeda dengan situasi saat ini. Menurutnya, tingkat kepadatan di berbagai wilayah kini semakin tinggi dan berpotensi menimbulkan berbagai persoalan jika tidak diantisipasi sejak dini melalui perencanaan yang terarah.

Ia juga mengingatkan bahwa kepadatan yang terjadi di Bali saat ini tidak jauh berbeda dengan yang dialami sejumlah negara lain yang wilayahnya relatif kecil, seperti Thailand, Malaysia, maupun Singapura. Karena itu, menurutnya pemerintah perlu segera menyiapkan langkah strategis agar perkembangan Bali tetap terkendali.

“Sekarang perkembangan sudah begitu padat. Yang padatnya seperti disampaikan tadi, kita sudah melihat di Thailand, di Malaysia, atau di Singapura yang negaranya begitu kecil,” katanya.

Terakhir, Ridwan menekankan pentingnya pembangunan sistem transportasi yang terintegrasi di Bali agar mobilitas masyarakat dan wisatawan dapat berjalan lebih efektif. Integrasi transportasi tersebut dinilai harus mencakup berbagai moda, baik darat, laut, maupun udara.

“Yang terpenting sekali adalah bagaimana merencanakan sistem transportasinya terpadu. Mulai dari kereta api bawah tanahnya, kemudian kereta api daratannya, kemudian lautnya, kemudian udaranya, kemudian angkutan-angkutan mobilnya harus diatur secara bersama,” pungkasnya.

KEYWORD :

Komisi V DPR Ridwan Bae Transportasi Terpadu di Bali Kemacetan Bali




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :