Rabu, 08/04/2026 21:22 WIB

PMI Terampil Masih Minim, Kemdiktisaintek Perkuat Ekosistem





Kemdiktisaintek mendorong penguatan ekosistem untuk meningkatkan jumlah pekerja migran Indonesia terampil, terutama di sektor-sektor berkeahlian tinggi.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan (Foto: Ist/Kemdiktisaintek)

Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong penguatan ekosistem untuk meningkatkan jumlah pekerja migran Indonesia terampil, terutama di sektor-sektor berkeahlian tinggi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), jumlah pekerja migran Indonesia yang ditempatkan ke luar negeri mencapai sekitar 296 ribu orang, dengan total remitansi yang dihasilkan mencapai sekitar Rp280 triliun.

Angka ini menunjukkan kontribusi signifikan pekerja migran terhadap perekonomian nasional. Namun, dibandingkan dengan negara lain seperti Filipina dan India, jumlah tenaga kerja terampil Indonesia yang bekerja di luar negeri masih relatif terbatas.

Di sisi lain, laporan global terkait ketenagakerjaan menunjukkan adanya kekurangan tenaga kerja terampil di berbagai negara tujuan, khususnya pada sektor kesehatan, manufaktur, dan teknologi. Kondisi ini menjadi peluang strategis bagi Indonesia untuk meningkatkan partisipasi tenaga kerja terampil di pasar global.

Terkait hal ini, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam membangun ekosistem yang mendorong lahirnya talenta global.

"Hari ini kita sedang merancang sebuah formula yang efektif untuk memasifkan kerja ke luar negeri, khususnya lulusan perguruan tinggi. Pertemuan ini akan melahirkan satu konsep menuju budaya dan pola pikir baru terkait bekerja di luar negeri," ujar Wamen Fauzan di Jakarta pada Rabu (8/4).

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemdiktisaintek, Khairul Munadi menyampaikan bahwa penguatan peran perguruan tinggi menjadi kunci dalam meningkatkan keterserapan lulusan sekaligus menjawab kebutuhan global akan tenaga kerja terampil.

"Di tingkat global terdapat kekurangan tenaga kerja terampil. Perguruan tinggi merupakan sentra utama untuk menyiapkan talenta yang dibutuhkan, baik untuk kebutuhan domestik maupun internasional," kata Dirjen Khairul.

Penguatan Career Development Center (CDC) di perguruan tinggi menjadi instrumen penting dalam menyiapkan lulusan agar siap memasuki pasar kerja global, melalui penguatan kompetensi, kemampuan bahasa, serta kesiapan mental dan budaya kerja.

Saat ini, tercatat terdapat sekitar 170 CDC berbasis kampus di Indonesia. Penguatan CDC ini diharapkan dapat menjadi penghubung antara kebutuhan industri global dengan kompetensi lulusan perguruan tinggi.

Kerja sama dengan KP2MI juga terus diperkuat untuk memastikan keselarasan antara kebutuhan pasar kerja luar negeri dengan sistem pendidikan tinggi di Indonesia.

KEYWORD :

PMI Terampil Pekerja Migran Indonesia Wamendiktisaintek Fauzan Ekosistem Karir




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :