Rabu, 08/04/2026 19:52 WIB

Malaysia Minta Iran Tetap Waspadai Tipu Daya AS dan Israel





Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyambut baik 10 poin yang diajukan Iran kepada Amerika Serikat (AS) dan Israel, terkait perundingan perdamaian.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim saat KTT ASEAN ke-43 di Jakarta, Indonesia, pada 6 September 2023. Foto: via Reuters

Kuala Lumpur, Jurnas.com - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyambut baik 10 poin yang diajukan Iran kepada Amerika Serikat (AS) dan Israel, terkait perundingan perdamaian.

Kendati demikian, dia memperingatkan bahwa perundingan perdamaian tidak akan berjalan mulus, apabila prosesnya dibungkus oleh penipuan dan tipu daya.

"Kesepakatan perdamaian komprehensif, tidak hanya untuk Iran, tetapi juga untuk Irak, Lebanon, dan Yaman," kata PM Anwar yang dikenal sebagai kritikus keras kebijakan luar negeri AS dan Israel sejak konflik Gaza pada 2023.

"Lebih lanjut, merupakan kewajiban pihak-pihak terkait untuk memastikan diakhirinya genosida dan perampasan hak milik rakyat Palestina, terutama di Gaza," dia menambahkan, sebagaimana dikutip dari Straits Times pada Rabu (8/4).

Datuk Seri Anwar juga memuji peran penting yang dimainkan oleh rekan sejawatnya dari Pakistan, Shehbaz Sharif, serta diplomasi tanpa lelah dan berani yang membantu mewujudkan momen ini.

"Kesediaan Pakistan untuk berbicara dengan semua pihak, tanpa rasa takut atau pilih kasih, mencerminkan tradisi tertinggi solidaritas Muslim dan tanggung jawab internasional," ujar dia.

Setelah sebelumnya menyatakan bahwa beberapa negara Teluk, termasuk Arab Saudi, meminta Kuala Lumpur berperan sebagai mediator dengan Iran, PM Anwar menekankan kembali kesiapan Malaysia mendukung dan melengkapi semua upaya untuk perdamaian di Asia Barat.

"Malaysia mendesak semua pihak untuk sepenuhnya menghormati dan melaksanakan ketentuan gencatan senjata dengan itikad baik dan menghindari tindakan apa pun yang dapat merusak stabilitas yang rapuh di kawasan itu," kata Kementerian Luar Negeri Malaysia dalam pernyataan terpisah.

KEYWORD :

PM Malaysia Anwar Ibrahim Gencatan Senjata Perang AS vs Iran




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :