Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer (Foto: BBC)
London, Jurnas.com - Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, terbang ke Teluk dalam rangka pembicaraan dengan sejumlah pemimpin regional terkait pembukaan Selat Hormuz secara permanen.
Dalam pernyataannya, Starmer menyambut baik kesepakatan gencatan senjata yang tercapai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Menurut dia, kabar ini memberikan kelegaan di kawasan dan global.
"Bersama dengan para mitra kami, kita harus melakukan segala yang kita bisa untuk mendukung dan mempertahankan gencatan senjata ini, mengubahnya menjadi kesepakatan yang langgeng, dan membuka kembali Selat Hormuz," kata Starmer dikutip dari Reuters pada Sabtu (8/4).
Starmer, yang telah dikritik keras oleh Presiden AS Donald Trump karena gagal mendukung serangan AS dan Israel terhadap Iran, menyelenggarakan pertemuan multinasional mengenai pembukaan kembali selat penting bagi perdagangan minyak dan gas.
Pernyataan tersebut mengatakan bahwa Starmer akan membahas upaya diplomatik untuk "mendukung dan menegakkan gencatan senjata guna mewujudkan solusi permanen bagi konflik dan melindungi ekonomi Inggris dan global dari ancaman lebih lanjut".
Kunjungan ke wilayah tersebut telah direncanakan sebelum gencatan senjata diumumkan.
Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper juga berbicara dengan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, pada Selasa (7/4) kemarin, ketika mereka membahas langkah-langkah diplomatik untuk mengamankan pembukaan kembali Selat Taiwan, termasuk pertemuan yang dipimpin Inggris pekan lalu yang mempertemukan lebih dari 40 negara untuk membahas masalah tersebut.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Blokade Selat Hormuz PM Inggris Keir Starmer Gencatan Senjata


























